Demi Bersekolah, Remaja Putri di Merangin Rela Berjalan Kaki Selama 2 Jam

0 731
Loading...

Demi Bersekolah, Remaja Putri di Merangin Ini Rela Berjalan Kaki Selama 2 Jam

SERAMBIJAMBI.ID, MERANGIN – Berkembangnya berita tentang anak Uluan Tabir, yang harus rela berjalan kaki melewati jalanan yang di kelilingi hutan selama 2 (dua) jam, hanya untuk pergi kesekolah.

Anak pelajar putri yang usianya hanya belasan tahun ini, rupanya banyak mendapat simpati bahkan pujian. Mengapa tidak, di jaman yang serba modern saat ini, masih banyak ditemukan pelajar yang bolos, bahkan enggan pergi ke sekolah, padahal mereka sudah diberi fasilitas yang serba cukup oleh orang tua mereka.

BACA JUGA : Tak Banyak yang Tahu, Inilah Kampung Tak Berpenghuni di Kabupaten Merangin

Namun kenyataan ini berbanding terbalik dengan anak anak Uluan Tabir ini, mereka adalah Diah Hairunisa 13 tahun, Eli Ernawati 12 tahun dan Putri Eka Lestari 12 tahun, mereka bertiga merupakan pelajar di SMP Negri 51 Merangin. Mereka tetap semangat untuk sekolah, walaupun mereka harus berjalan kaki melewati jalan pedesaan yang berada di tengah hutan lebat.

Untuk pergi kesekolah, mereka harus punya tenaga yang cukup untuk melewati jalanan di desa mereka yang terkenal dengan tanjakan yang cukup tinggi, bukan hanya itu saja, mereka juga mau tak mau harus punya keberanian yang ekstra, sebab di jalanan yang dikelilingi hutan lebat ini, mereka tak jarang bertemu dengan hewan hutan sperti babi hutan, monyet, kera, ular bahkan banyak lagi hewan hewan lainnya.

“Yang menyedihkan lagi, disaat di tengah perjalanan bila terjadi hujan, mereka harus rela kehujanan, karena tiadanya tempat bagi mereka untuk berteduh, sebab di sepanjang jalan tiada ditemukannya rumah warga, semuanya adalah hutan.

Menurut penuturan Diah Hairunisa, Sabtu (13/7/19), Ia rela berjalan kaki untuk kesekolah dikarenakan ingin sekali merubah nasib. ”Harus bagaimana lagi, semua ini saya lakukan karena mungkin dengan bersekolah keadaan kehidupan saya kedepan bisa berubah, untuk dapat sekolah seperti ini saja, saya merasa bersyukur, walau harus berjalan kaki selama dua jam,” katanya

Dari cerita Diah ini, ternyata dia sekarang hanya tinggal bersama neneknya yang sudah tua, yang bekerja sebagai penyadap karet dan bertani di Trans Bukit Buntal, Batang Kibul Kecamatan Tabir Barat, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi.

“Dia terpisah dari ibunya semenjak berusia 5 (lima) tahun dan hingga saat ini dia belum pernah bertemu dengan ibunya, sedangkan ayahnya sudah lama pergi merantau.

BACA JUGA : Tak Banyak yang Tahu, Inilah Kampung Tak Berpenghuni di Kabupaten Merangin

Sambil menyeka keringat karena lelahnya berjalan, para pejuang tangguh ini juga mengharapkan perhatian dari pemerintah supaya ada SMP di dekat tempat tinggal mereka, agar beban mereka yang tak mampu ini sedikit tertolong. (Bas.R)

Loading...

Leave A Reply

Your email address will not be published.