Breaking News
light_mode
Trending Tags

Jeritan Petani Kelapa Tanjung Jabung Barat: Di Mana Keadilan bagi Kami?

  • account_circle Serambi Jambi
  • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jeritan Petani Kelapa Tanjung Jabung Barat: Di Mana Keadilan bagi Kami?

Oleh: Ahmad Fauzi

Saya Ahmad Fauzi, seorang petani muda kelapa dari Tanjung Jabung Barat, Jambi. Di tengah harga kebutuhan pokok yang terus melambung—beras, minyak goreng, biaya pendidikan, hingga kebutuhan rumah tangga—kami, para petani kelapa, justru menghadapi kenyataan yang menyesakkan: harga kelapa anjlok tanpa kejelasan.

Setiap hari kami berpeluh di kebun; memanjat, memanen, mengumpulkan, hingga mengangkut hasil bumi dengan tenaga dan biaya yang tidak sedikit. Namun, saat tiba waktu menjual, harga yang kami terima jauh dari kata layak. Bahkan, sering kali pendapatan tersebut tidak cukup untuk menutup biaya operasional, apalagi untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Di mana letak keadilan bagi petani dalam kondisi seperti ini?

Akar Masalah: Tata Niaga yang Menjerat

Situasi ini bukan sekadar soal fluktuasi pasar yang lumrah. Ada persoalan mendasar dalam tata niaga kelapa nasional yang tidak bisa lagi diabaikan. Kebijakan pembatasan ekspor yang diberlakukan tanpa kesiapan pasar domestik justru mempersempit ruang bagi petani untuk mendapatkan harga terbaik.

Ketika akses pasar dibatasi sementara penyerapan dalam negeri tidak optimal, terjadi kelebihan pasokan (oversupply) di tingkat lokal. Hasilnya mudah ditebak: harga jatuh di titik nadir.

Di sisi lain, kami melihat indikasi kuat bahwa jalur distribusi dikuasai oleh segelintir pihak. Ketika akses pasar hanya berputar di lingkaran tertentu, posisi tawar petani menjadi sangat lemah. Kami tidak memiliki pilihan selain menjual dengan harga yang sudah “ditentukan”. Ironisnya, saat harga di tingkat petani jatuh, harga produk turunan kelapa di pasaran tidak turun secara signifikan. Selisih ini menimbulkan pertanyaan besar: siapa sebenarnya yang diuntungkan dari kondisi ini?

Ancaman Terhadap Regenerasi dan Ekonomi Daerah

Jika kondisi ini dibiarkan, dampaknya tidak hanya dirasakan hari ini. Banyak petani mulai kehilangan semangat untuk merawat kebun. Generasi muda pun enggan melanjutkan usaha pertanian karena tidak adanya kepastian kesejahteraan. Dalam jangka panjang, hal ini merupakan ancaman serius bagi keberlanjutan komoditas kelapa sebagai salah satu pilar ekonomi daerah.

Melalui tulisan ini, saya—mewakili suara petani kelapa di berbagai daerah—menyampaikan desakan kepada Menteri Pertanian Republik Indonesia, Bapak Andi Amran Sulaiman, untuk meninjau langsung kondisi di lapangan. Kami tidak butuh sekadar laporan di atas kertas; kami butuh kebijakan yang berpihak dan solusi nyata.

Tuntutan Kami: Solusi, Bukan Sekadar Janji

 1. Evaluasi Kebijakan Ekspor: Segera tinjau ulang kebijakan pembatasan ekspor. Jika aturan tersebut justru menekan petani, maka perbaikan adalah harga mati.

 2. Pengawasan Rantai Distribusi: Perketat pengawasan agar tidak ada ruang bagi praktik monopoli atau permainan harga yang merugikan petani.

 3. Kehadiran Negara: Negara harus hadir sebagai penyeimbang dan pelindung, bukan sekadar penonton di tengah penderitaan rakyatnya.

Kami tidak menuntut hal yang berlebihan. Kami hanya menginginkan harga kelapa yang rasional—harga yang mencerminkan jerih payah kami dan cukup untuk menghidupi keluarga. Sudah saatnya pemerintah membuktikan bahwa petani kelapa adalah subjek yang harus disejahterakan, bukan sekadar objek pembangunan.

Jika tidak ada langkah tegas hari ini, jangan heran jika suatu saat nanti kebun-kebun kelapa ini ditinggalkan. Ketika itu terjadi, yang hilang bukan hanya penghasilan petani, melainkan salah satu pilar penting ekonomi bangsa. Bagi kami, perkebunan kelapa bukan sekadar komoditas bernilai rupiah; ia adalah warisan budaya luhur yang telah menyambung nyawa puluhan generasi.

  • Penulis: Serambi Jambi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi untuk Anda

  • Bupati Muaro Jambi Buka Kompetisi Olahraga Nasional Tingkat Sekolah Dasar

    Bupati Muaro Jambi Buka Kompetisi Olahraga Nasional Tingkat Sekolah Dasar

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2020
    • account_circle Serambi Jambi
    • 0Komentar

    Bupati Muaro Jambi Buka Kompetisi Olahraga Nasional Tingkat Sekolah Dasar SERAMBIJAMBI.ID, MUARO JAMBI – Bupati muaro jambi, Hj. Masnah Busro, Sabtu (7/3/20) resmi buka  Kompetisi Olahraga Nasional (KOSN), Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N), Lomba Cerdas Cermat (LCC) dan Gema Santri Terampil (GESIT0 Tingkat Sekolah Dasar SD di lapangan sekolah dasar SD 95/IX Desa Talang […]

  • Kenaikan Pangkat Pengabdian, Kompol Acim Dartasim Naik Pangkat Menjadi AKBP

    Kenaikan Pangkat Pengabdian, Kompol Acim Dartasim Naik Pangkat Menjadi AKBP

    • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
    • account_circle Serambi Jambi
    • 0Komentar

    Kenaikan Pangkat Pengabdian, Kompol Acim Dartasim Naik Pangkat Menjadi AKBP SERAMBIJAMBI.ID, TANJAB BARAT – Kabag SDM Polres Tanjab Barat, Kompol Acim Dartasim, resmi menyandang pangkat satu tingkat lebih tinggi dalam sebuah upacara kenaikan pangkat pengabdian yang digelar pada Jumat (1/8/25) pagi. Penganugerahan pangkat pengabdian ini diberikan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan loyalitas beliau selama […]

  • Was-Was Virus Corona, Lapas Narkotika Sabak Perketat Kunjungan Keluarga Warga Binaan

    Was-Was Virus Corona, Lapas Narkotika Sabak Perketat Kunjungan Keluarga Warga Binaan

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2020
    • account_circle Serambi Jambi
    • 0Komentar

    Was-Was Virus Corona, Lapas Narkotika Sabak Perketat Kunjungan Keluarga Warga Binaan SERAMBIJAMBI.ID, TANJAB TIMUR – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika kelas II B Muara Sabak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi sejak lima hari ini mulai memperketat layanan kunjungan keluarga dan kerabat narapidana atau warga binaan. Hal ini dilakukan sebagai upaya antisipasi penyebaran virus corona atau […]

  • Pembunuhan di Kandang Ayam, Kapolres Muaro Jambi : Pelaku Dikenakan Pasal Berlapis

    Pembunuhan di Kandang Ayam, Kapolres Muaro Jambi : Pelaku Dikenakan Pasal Berlapis

    • calendar_month Rabu, 22 Sep 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Pembunuhan di Kandang Ayam, Kapolres Muaro Jambi : Pelaku Dikenakan Pasal Berlapis    SERAMBIJAMBI.ID, JAMBI – Anggota Satreskrim Polres Muarojambi bersama Polsek Sekernan telah menangkap pelaku pembunuhan yang terjadi di kandang ayam milik korban di Desa Suka Awin KM 43, Kabupaten Muarojambi. Pihak kepolisian juga telah menemukan jasad korban yang dikubur tidak menggunakan pakaian oleh […]

  • Balai POM Jambi Musnahkan Ribuan Produk Ilegal Senilai Satu Milyar Lebih

    Balai POM Jambi Musnahkan Ribuan Produk Ilegal Senilai Satu Milyar Lebih

    • calendar_month Kamis, 7 Feb 2019
    • account_circle Serambi Jambi
    • 0Komentar

    SERAMBIJAMBI.ID, JAMBI – Ribuan item obat tradisional, kosmetik, suplemen makanan, pangan dan bahan berbahaya hasil temuan Balai POM di Jambi tahun 2017 – 2018 dimusnahkan di halaman BPOM, Jambi, Kamis (7/2/2019). Pemusnahan sendiri disaksikan Plt. Gubernur Jambi Fachrori Umar dan tamu undangan lainnya. Secara simbolis sejumlah barang bukti tersebut dimusnahkan dengan cara diblender. Menurut Kepala […]

  • Tinjau Ruas Jalan Nasional di Kawasan Aur Duri 1, Bupati Masnah Minta Jalan Tersebut Dibangun Jalur Dua

    Tinjau Ruas Jalan Nasional di Kawasan Aur Duri 1, Bupati Masnah Minta Jalan Tersebut Dibangun Jalur Dua

    • calendar_month Senin, 21 Jan 2019
    • account_circle Serambi Jambi
    • 0Komentar

    SERAMBIJAMBI.ID, MUARO JAMBI – Bupati Kabupaten Muaro Jambi Hj. Masnah Busro bersama salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) dan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) IV Jambi, Senin (21/1/19) melakukan peninjauan ruas jalan Nasional yang terletak di wilayah Kabupaten Muaro Jambi, yang direncanakan akan dilakukan pelebaran. Peninjuan jalan tersebut dimulai dari kawasan […]

expand_less