SERAMBIJAMBI.ID, TANJAB BARAT – Unit Reskrim Polsek Tungkal Ulu menunjukkan komitmen tanpa kompromi dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Dalam operasi senyap yang digelar pada Sabtu dini hari (14/2/2026), petugas berhasil menggulung jaringan narkoba di dua lokasi berbeda dan mengamankan enam orang tersangka.
Kapolres Tanjab Barat, AKBP Maulia Kuswicaksono, S.I.K., M.H melalui Kapolsek Tungkal Ulu, AKP Windy TK, S.H., M.H., mengonfirmasi bahwa penangkapan ini merupakan hasil pengembangan intensif di lapangan setelah menerima laporan masyarakat.
Operasi dimulai tepat pukul 00.30 WIB di TKP pertama, yakni Gedung Olahraga RT 08, Kelurahan Pelabuhan Dagang. Polisi mengamankan seorang pemuda berinisial MA (20) yang kedapatan membawa satu paket plastik klip berisi kristal bening diduga sabu.
“Barang bukti tersebut diselipkan di dalam bungkus rokok untuk mengelabui petugas. Dari keterangan MA, ia mengaku diperintah oleh rekannya berinisial AP (28). Keduanya langsung kami amankan di lokasi,” ujar AKP Windy.
Tak puas sampai di situ, Kapolsek memimpin langsung tim untuk melakukan pengembangan ke lokasi kedua. Sekira pukul 01.00 WIB, petugas menggerebek Pondok Melaway di Desa Gemuruh.
Di lokasi ini, polisi mengamankan empat pria lainnya yang tengah beristirahat, yakni NH (30), DI (28), MI (30), dan IS (25). Hasil penggeledahan di TKP kedua ini terbilang signifikan, ditemukan paket sabu dan pil ekstasi yang disembunyikan di bawah kepala tersangka NH.
Dari hasil operasi di dua lokasi tersebut, Polsek Tungkal Ulu berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain berupa 8 Paket plastik klip berisi kristal bening diduga sabu, 2 Butir pil kuning diduga ekstasi, 1 set alat hisap sabu lengkap dengan pipet kaca, 1 Unit sepeda motor Yamaha Mio dan 3 Unit ponsel Android yang digunakan untuk transaksi.
Saat ini, keenam terduga pelaku beserta seluruh barang bukti telah dibawa ke Mapolsek Tungkal Ulu untuk pemeriksaan mendalam guna membongkar jaringan yang lebih luas.
“Keberhasilan ini adalah peringatan keras bagi siapa pun yang berani bermain dengan narkoba di wilayah hukum kami. Kami juga meminta masyarakat tetap proaktif melaporkan aktivitas mencurigakan demi menciptakan lingkungan yang bersih dari narkotika,” tegas AKP Windy. (SJ)