Breaking News
light_mode
Trending Tags

Jauhi Sifat Sombong!!, Kesombongan Adalah Penyakit Hati yang Paling Berbahaya

  • account_circle Serambi Jambi
  • calendar_month Jumat, 29 Mei 2020
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jauhi Sifat Sombong!!, Kesombongan Adalah Penyakit Hati yang Paling Berbahaya

SERAMBIJAMBI.ID, OPINI – Sebagai alumni Ramadhan yang baik, sudah seyogyanya kita berperilaku yang baik, jangan sampai kita justru menjadi orang yang sombong, meremehkan orang lain, menganggap dirinya lebih hebat. Lebih hebat ilmunya, lebih hebat fisiknya, lebih hebat pangkat dan derajatnya dibandingkan dengan orang lain.

Kesombongan adalah penyakit hati yang paling berbahaya, karena dampak negatifnya bukan hanya dunia ini tapi juga sampai ke akhirat.

Kesombongan merupakan dosa pertama yang dilakukan oleh iblis la’natullah. Tatkala Iblis diperintahkan oleh Allah SWT untuk bersujud sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi Adam As. Ia justru berkata “Aku lebih baik daripada Adam AS. (Q.S.Al-A’raf 12).

Perkataan Iblis itulah yang membuat Allah SWT murka kepadanya, sebab dalam perkataannya terdapat sifat sombong yang tak layak terdapat pada diri seorang makhluk.

Salah satu bentuk kerugian bagi orang yang sombong adalah sebagaimana firman Allah SWT :

تِلْكَ الدَّارُ الْاٰخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِيْنَ لَا يُرِيْدُوْنَ عُلُوًّا فِى الْاَرْضِ وَلَا فَسَادًا ۗوَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ

“Negeri akhirat itu Kami jadikan bagi orang-orang yang tidak menyombongkan diri dan tidak berbuat kerusakan di bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS: Al-Qashas Ayat 83)

Allah SWT dalam ayat itu memberikan penjelasan bahwa kebahagiaan serta kenikmatan yang ada di akhirat disediakan untuk orang-orang yang tidak takabur, tidak menyombongkan diri, dan tidak berbuat kerusakan di muka bumi dengan cara menganiaya makhluk hidup dan merusak lingkungan.

Ancaman terhadap kesombongan juga ditegaskan dalam hadits Rasulullah saw yang diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

“Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.” Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.“ (HR. Muslim no. 91).

Bukan main ancaman terhadap orang yang sombong Walau hanya sebesar biji sawi sekalipun dalam hatinya ada sifat kesombongan, ancamannya tidak akan bisa masuk surga.

Dalam hadits diatas ukuran kesombongan bukan terletak pada indah atau baiknya sarana kehidupan seperti baju dan sandal, karena Allah adalah dzat yang indah dan suka kepada keindahan.

Dan berdasarkan hadits diatas bahwa kesombongan itu ada dua,yaitu sombong karena menolak kebenaran;dan sombong karena meremehkan sesama manusia.

Menolak Kebenaran

Yang dimaksudkan kebenaran dalam hadits tersebut adalah kebenaran yang datang dari Allah SWT (Alquran) dan kebenaran yang datang dari Rasulullah Saw (Al-hadits).

Kalau kita mengaku muslim konsekuensinya wajib beriman terhadap apa-apa yang difirmankan Allah dalam Al-Qur’an dan yang disabdakan Rasulullah Saw didalam haditsnya.Kalau tidak, berarti kufur atau kafir orangnya.Jadi,kita sebagai muslim jangan mengambil sebagian ajaran Islam dan membuang ajaran Islam yang lain.Hal ini sering kita perhatikan dari sebagian umat yang yang hanya beriman kepada hal-hal yang terkait masalah individu, sementara aspek sosial politik dan ekonomi mereka tinggalkan. Sehingga mereka benar-benar melaksanakan sekularisme agama. Dan disinilah penyebab terjadinya konflik antar sesama umat Islam. Dampaknya seperti yang kita saksikan sekarang ini.

Sikap penolakan ajaran Islam demikian, kita sangat khawatir masuk dalam kategori kesombongan yang ancamannya tidak main-main yaitu tidak akan masuk surga.

Oleh karena itu kita harus ‘kaffah dalam ber-Islam’, jangan sepotong-potong, karena hal ini tidak konsisten sebagai muslim. Al-Quran secara tegas menyeru orang-orang beriman untuk melaksanakan ajaran Islam secara menyeluruh, tanpa membeda-bedakan ajaran yang satu dengan ajaran yang lain. Allah ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al Baqarah: 20.)

Kita perhatikan ayat ini, setelah Allah ta’ala mengajak para hamba-Nya yang beriman untuk masuk ke dalam Islam secara keseluruhan dan melaksanakan ajaran-Nya tanpa mengesampingkan ajaran yang lain, maka Allah ta’ala memperingatkan hamba-Nya agar tidak mengikuti langkah syaithan, yaitu dengan firman-Nya,

وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ

“Dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan.” (QS. Al Baqarah: 208).

Untuk itu mari kita memeluk Islam secara kaffah agar kita tidak terjebak pada sifat kesombongan,karena menolak satu kebenaran dalam Alquran. Wallahu a’lam

Kuala Tungkal, 5 Syawal 1441 H.
Penulis : Abd. Mukti, S.Ag

  • Penulis: Serambi Jambi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi untuk Anda

  • Sembilan Kali Setubuhi Anak Tiri, Seorang Ayah di Palembang Dibekuk Ditreskrimum Polda Sumsel 

    Sembilan Kali Setubuhi Anak Tiri, Seorang Ayah di Palembang Dibekuk Ditreskrimum Polda Sumsel 

    • calendar_month Jumat, 23 Des 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Sembilan Kali Setubuhi Anak Tiri, Seorang Ayah di Palembang Dibekuk Ditreskrimum Polda Sumsel  SERAMBIJAMBI.ID, PALEMBANG – Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel membekuk seorang pria di Palembang berinisial M alias S (33) yang tega menyetubuhi anak tirinya yang masih dibawah umur. Kapolda Sumsel Irjen Pol A Rachmad Wibowo melalui Dirreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol M […]

  • Meriahkan HKN ke-58, Dinkes Tanjab Barat Gelar Kegiatan PerJuSaMi Hingga Pelayanan Kesehatan

    Meriahkan HKN ke-58, Dinkes Tanjab Barat Gelar Kegiatan PerJuSaMi Hingga Pelayanan Kesehatan

    • calendar_month Minggu, 13 Nov 2022
    • account_circle Serambi Jambi
    • 0Komentar

    Meriahkan HKN ke-58, Dinkes Tanjab Barat Gelar Kegiatan PerJuSaMi Hingga Pelayanan Kesehatan  SERAMBIJAMBI.ID, TANJAB BARAT – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-58 Tahun 2022, Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjab Barat menggelar sejumlah kegiatan selama 3 (Tiga) hari dari tanggal 11 hingga 13 November 2022. Kegiatan dimulai dari Perticab Saka Bhakti Husada, Pentas Seni, Olahraga, […]

  • Bea Cukai Gagalkan Peredaran Rokok Ilegal dari Riau yang Melintas di Tanjab Barat

    Bea Cukai Gagalkan Peredaran Rokok Ilegal dari Riau yang Melintas di Tanjab Barat

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2020
    • account_circle Serambi Jambi
    • 0Komentar

    Bea Cukai Gagalkan Peredaran Rokok Ilegal dari Riau yang Melintas di Tanjab barat  SERAMBIJAMBI.ID, TANJAB BARAT – Tim Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai Jambi bekerjasama dengan tim Kantor Bantu BC Kuala Tungkal berhasil mengamankan peredaran rokok ilegal atau barang kena cukai hasil tembakau (BKC HT) ilegal yang tidak dilekati pita cukai pada Kamis malam […]

  • PWI Jambi Minta Aparat Mengacu UU Pers Terkait Pemeriksaan 3 Wartawan di Tanjabtim

    PWI Jambi Minta Aparat Mengacu UU Pers Terkait Pemeriksaan 3 Wartawan di Tanjabtim

    • calendar_month Jumat, 9 Nov 2018
    • account_circle Serambi Jambi
    • 0Komentar

    SERAMBIJAMBI.ID, TANJAB TIMUR – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jambi sangat menyesalkan tiga wartawan di Kabupaten Tanjab Timur, yang memberitakan persoalan hak lembur karyawan PT Indonusa Agro Mulia yang berujung ke pemeriksaan di Kepolisian. PWI meminta dalam penyelesaian sengketa Pers lebih mengedepankan UU Pers no 40 Tahun 1999. Sekjen PWI Jambi, Hery Farmansyah mengatakan, sangat mengapresiasi […]

  • Hadiri Munas VI Adeksi, Ketua DPRD Kemas Faried Alfarelly Nyatakan Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum

    Hadiri Munas VI Adeksi, Ketua DPRD Kemas Faried Alfarelly Nyatakan Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Hadiri Munas VI Adeksi, Ketua DPRD Kemas Faried Alfarelly Nyatakan Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum SERAMBIJAMBI.ID, SEMARANG – Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly menghadiri munas VI Adeksi di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Munas VI Adeksi akan berlangsung dari 27-30 April 2025. Satu agenda penting dalam Munas VI ini adalah pemilihan calon […]

  • Antisipasi Kemacetan, Ditlantas Polda Jambi Surati Pemkot Terkait Truk dan Box Tidak Mengisi BBM di SPBU dalam Kota

    Antisipasi Kemacetan, Ditlantas Polda Jambi Surati Pemkot Terkait Truk dan Box Tidak Mengisi BBM di SPBU dalam Kota

    • calendar_month Rabu, 20 Des 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Antisipasi Kemacetan, Ditlantas Polda Jambi Surati Pemkot Terkait Truk dan Box Tidak Mengisi BBM di SPBU dalam Kota SERAMBIJAMBI.ID, JAMBI – Dalam rangka mengantisipasi kemacetan dibeberapa SPBU yang ada didalam Kota Jambi karena antrian pengisian BBM, Direktorat Lalu Lintas Polda Jambi menyurati Pemerintah Kota Jambi terkait usulan larangan pengisian BBM bagi mobil truk seperti Angkutan […]

expand_less