Tugu Perjuangan Kemerdekaan di Desa Muara Jernih Tak Terawat, Pemerintah Jangan Tutup Mata

0 574

SERAMBIJAMBI.ID, MERANGIN – Kemerdekaan Bangsa Indonesia yang di Proklamasikan 74 tahun yang silam adalah buah dari perjuangan seluruh anak Bangsa. Semua Daerah dipelosok Negeri rela berkorban harta bahkan tak sedikit nyawa melayang demi mencapai Kemerdekaan dan demi Bangsa Indonesia yang tercinta ini.

Selama masa perjuangan, pertempuran melawan penjajah, terjadi dimana mana mulai dari sabang sampai merauke, tua muda, lelaki bahkan wanita pun turun kemedan perang.

Disetiap daerah selalu ada anak Negeri yang gugur dalam pertempuran, ada jasad mereka sempat disemayamkan, bahkan ada pula jasadnya mereka yang tidak diketemukan karena sudah hancur dihantam mesin pembunuh penjajah.

Di Kabupaten Merangin sendiri juga tidak sedikit jiwa yang terkoyak, bahkan ribuan nyawa melayang. “Di Desa Muara Jernih Kecamatan Tabir Ulu Kabupaten Merangin menjadi saksi tempat pertempuran dengan para penjajah.

Hal itu dibuktikan dengan adanya fakta sejarah yang hingga saat ini fakta sejarah tersebut masih berdiri di Pasar Desa Muara Jernih yang berbentuk tugu atau monumen. “Sejarah pertempuran di Bukit Palumon tersebut juga dikuatkan dengan dokumen yang ditulis oleh Raden Suhur selaku komandan pertempuran saat itu.

Tugu yang berdiri dipasar Desa Muara Jernih ini didirikan untuk mengenang bahwa di Muara Jernih pada 15 september 1949 pukul 04.00 WIB pernah terjadi pertempuran diseberang Desa Muara Jernih, tepatnya di Bukit Palumon untuk merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.

Monumen atau tugu ini didirikan pada 15 September 1989 oleh komandan perang seksi III Kompi I Bat Gajah Mada, Sersan Mayor Cadet Raden Suhur yang pada saat mendirikan monumen tersebut beliau sedang menjabat sebagai Anggota DPRD TK I Jambi.

Adapun anggota pasukan perang yang dipimpin oleh Sersan Mayor Cadet Raden Suhur tersebut yakni :
1. Raden Suhur : Sersan Mayor Cadet
2. Yahya Bay : Kopral CPM, Ajudan
3. Ahmad Syah : Kopral CPM
4. Amat Coupon : Pemuda
5. Pasirah Samin : Pemuda
6. Matdis : Pemuda
7. Tiang Panjang : Pemuda
8. Ismail Dukun : Pemuda
9. H. Majid Seling : Pemuda
10. Sari : Pemuda
11. Yahya : Pemuda

Dan, diantara pasukan rombongan Sersan Mayor Cadet Raden suhur tersebut, disaat pertempuran yang terjadi di Muara Jernih tepatnya di Bukit Palumon terdapat tiga orang yang gugur dalam pertempuran, mereka adalah :
1. H.Majid
2. Yahya
3. Sari.

Nama nama anggota pasukan pimpinan Raden Suhur tersebut, baik yang selamat dan bahkan yang gugur sebagai kusuma Bangsa, terukir di Monumen yang didirikan dipasar Muara jernih. “Bahkan pantun yang sering dibawakan oleh H. Majid, sehari sebelum terjadinya pertempuran juga diabadikan di Monumen, adapun pantunnya berbunyi ;

“Berderai Hujan di Mumpo
Namun di Padi Berderai Jangan
Bia Bacerai Kito di Muko
Namun di Hati Becerai Jangan”

“Tinggi Bukit Senang Hati
Nampak dari Pulau Lintang
Idak kuseding Badan ku Mati
Asal ku Mati dalam Bejuang”

Sementara, Abdullah Kuti yang merupakan anak dari Ismail Dukun yang merupakan putra asli Desa Muara Jernih, pejuang rombongan Raden suhur, kepada serambijambi.id mengungkapkan kekhawatirannya tentang tugu perjuangan kemerdekaan ini.

Mengapa tidak dia khawatir, tugu yang didirikan dari tahun 1989 tersebut, hingga saat ini belum ada perhatian dari Pemerintah.

“Saya jadi prihatin dan khawatir dengan keadaan tugu perjuangan rombongan ayah saya tersebut. Tugu itu sekarang keadaan bangunannya sudah ada yang rusak karena faktor umur, pagarnya banyak yang kropos bahkan las yang penyambung pagar sudah mulai lepas, ukiran nama nama para pejuang yang ada ditugu, sudah memudar.

Dalam rasa yang agak kecewa tersebut. Abdullah Kuti, anak dari pejuang kemerdekaan sangat berharap kepada Pemerintah agar dapat memperhatikan keadaan tugu atau monumen yang sebagai tanda bukti sejarah perjuangan kemerdekaan.

“Kepada pemerintah, saya mohon jangan tutup mata, coba perhatikan bukti sejarah perjuangan kemerdekaan di Daerah kita ini. Jangan sampai tugu perjuangan ini runtuh dimakan usia karena tak dirawat,” pungkasnya (Bas.R)

Leave A Reply