Warung Terapung Pertama di Kuala Tungkal Resmi Dibuka, Tawarkan Kuliner Pesisir Sambil Nikmati Senja Sungai Pengabuan
- account_circle Serambi Jambi
- calendar_month 0 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SERAMBIJAMBI.ID, TANJAB BARAT – Kuala Tungkal kembali mencuri perhatian publik dengan menghadirkan inovasi destinasi wisata kuliner yang unik dan tidak biasa. Mengusung konsep floating cafe atau warung terapung, tempat nongkrong baru ini menawarkan pengalaman bersantap yang memadukan kelezatan hidangan pesisir dengan panorama matahari terbenam langsung di atas perairan Sungai Pengabuan.
Berlokasi di sekitar Water Front City (WFC) Kuala Tungkal, destinasi ini langsung menjadi magnet baru bagi masyarakat lokal maupun wisatawan luar daerah yang ingin merasakan sensasi nongkrong ditemani hembusan angin sungai dan goyangan lembut ombak kecil.
Koko Along, selaku pemilik Warung Terapung, mengungkapkan bahwa inspirasi pendirian tempat ini berawal dari pengamatannya terhadap tren wisata di Batam yang dipadukan dengan potensi luar biasa perairan Kuala Tungkal.
“Ide awal pendirian warung terapung ini bermula dari potensi perairan kita di Kuala Tungkal yang sangat luar biasa, terutama keindahan panorama sungai dan kawasan pesisirnya. Kami ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda, bukan sekadar tempat makan di darat, tetapi sebuah pengalaman kuliner yang menyatu langsung dengan alam perairan khas kota bahari ini,” ujar Koko Along saat diwawancarai serambijambi.id, Minggu (1/11/26) usai launching
Bagi masyarakat atau wisatawan yang ingin berkunjung dan menikmati suasana senja di atas perairan, Warung Terapung Kuala Tungkal beroperasi setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga batas pemesanan terakhir (close order) pada pukul 20.00 WIB.
Sebagai destinasi wisata baru di atas air, aspek keamanan tentu menjadi sorotan utama bagi para pengunjung. Menanggapi hal tersebut, pihak pengelola memastikan bahwa standar keselamatan telah dirancang secara ketat sejak hari pertama perencanaan.
Struktur bangunan apung ini diklaim menggunakan material pilihan yang kokoh serta stabil, dengan memperhitungkan pergerakan pasang surut air sungai. Tak hanya itu, seluruh area kafe juga dilengkapi dengan fasilitas keselamatan air yang memadai.
“Aspek keselamatan adalah prioritas mutlak kami. Mulai dari penyediaan life jacket yang mudah diakses, pagar pengaman keliling yang tinggi, hingga pembatasan kapasitas pengunjung demi kenyamanan bersama,” tegasnya.
Untuk menjaga keseimbangan struktur bangunan serta kenyamanan pengunjung, pengelola membatasi kapasitas maksimal sekitar 150 orang dalam satu waktu. Pengaturan meja dan kursi juga ditata rapi, lengkap dengan sistem antrean yang nyaman apabila terjadi lonjakan pengunjung.
Mengingat lokasinya yang berada di tengah perairan, pengunjung tidak perlu khawatir mengenai aksesibilitas. Pengelola telah menyiapkan fasilitas penjemputan khusus dari Pelabuhan Lasdap menuju lokasi warung terapung.
“Akses menuju ke sini sangat mudah dan aman. Kami telah menyiapkan dua unit speed boat yang dilengkapi dengan life jacket untuk antar-jemput pengunjung yang hendak ke warung terapung ini,” jelas Koko Along.
Bagi para pencinta kuliner, Warung Terapung Kuala Tungkal memadukan konsep santai dengan cita rasa lokal khas pesisir. Menu utamanya berfokus pada aneka olahan hasil tangkapan laut (seafood) segar hasil nelayan lokal, ditemani sajian kopi pilihan serta aneka camilan lokal.
Selain menawarkan kelezatan kuliner, kehadiran warung terapung ini juga diharapkan mampu menjadi ikon baru pariwisata di Kuala Tungkal sekaligus menggerakkan roda perekonomian lokal. Mulai dari pemberdayaan tenaga kerja setempat, menggandeng nelayan sebagai penyuplai bahan baku segar, hingga mendongkrak sektor pariwisata di Kuala Tungkal.
Dengan perizinan dan koordinasi yang telah ditempuh bersama pihak berwenang terkait standar keselamatan pelayaran dan lingkungan, destinasi ini siap menjadi pilihan utama tempat bersantai bersama keluarga. (SJ)
- Penulis: Serambi Jambi

Saat ini belum ada komentar