Festival Arakan Sahur Tanjab Barat Terancam Punah? Peserta Merosot Tajam dalam 3 Tahun Terakhir
- account_circle Serambi Jambi
- calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

“Festival Arakan Sahur Tahun 2026“
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Menanggapi fenomena penurunan jumlah peserta, Bupati Tanjab Barat, Anwar Sadat, memberikan pandangannya. Ia menilai ada kemungkinan faktor kesiapan dari kelompok remaja masjid yang membuat mereka urung mendaftar.
Bupati menegaskan bahwa pemerintah sangat menginginkan seluruh elemen masyarakat untuk andil dalam melestarikan budaya ini, tanpa harus merasa terbebani oleh kemewahan atribut.
“Mungkin ada beberapa remaja masjid yang belum siap. Kami berharap semuanya ikut andil. Jadi silakan tampil dengan seadanya saja, jangan sampai karena memikirkan cost (biaya) yang besar kemudian tidak ikut berpartisipasi,” ujar Bupati Tanjab Barat.
Beliau juga tetap menaruh harapan besar pada pelaksanaan di waktu mendatang. “Kita berharap, mudah-mudahan minggu yang akan datang pesertanya bisa lebih banyak lagi,” tambahnya.
Terpisah, Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, memberikan apresiasi tinggi kepada Pemkab Tanjab Barat dan masyarakat yang tetap berupaya menjaga syiar Islam melalui festival ini. Bagi beliau, Arakan Sahur adalah simbol ukhuwah islamiah yang tidak boleh pudar.
“Kegiatan ini adalah simbol ukhuwah islamiah dan bukti kecintaan kita pada warisan budaya lokal yang turun-temurun. Jangan biarkan tradisi syarat makna ini hilang ditelan zaman,” tegas Abdullah Sani.
Ia berpesan agar para peserta terus berinovasi memberikan sentuhan kreativitas positif tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.
Penurunan peserta hingga menyentuh angka satu digit pada tahun 2026 menjadi sinyal kuning bagi pelestarian budaya lokal.
Festival Arakan Sahur bukan sekadar ajang pamer kreativitas hiasan, melainkan identitas komunal masyarakat Kabupaten Tanjab Barat yang harus dijaga agar tidak benar-benar punah ditelan zaman akibat kendala teknis maupun finansial. (SJ)
- Penulis: Serambi Jambi

Saat ini belum ada komentar