SERAMBIJAMBI.ID, TANJAB BARAT – Kabar gembira bagi ibu rumah tangga dan pelaku UMKM di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Limbah dapur yang biasanya dibuang dan mencemari lingkungan, kini bisa menjadi sumber penghasilan tambahan. Minyak goreng bekas atau minyak jelantah kini memiliki nilai ekonomis dan dapat ditukarkan dengan uang tunai hingga berbagai hadiah menarik.
Langkah ini diinisiasi oleh Rido, seorang wirausahawan lokal yang fokus pada pengumpulan minyak jelantah untuk diolah kembali secara bertanggung jawab. Menurutnya, inisiatif ini muncul untuk mengedukasi masyarakat agar tidak membuang limbah minyak sembarangan.
“Kami ingin membantu warga mengelola limbah dapur. Daripada dibuang ke selokan yang bisa merusak lingkungan, lebih baik dikumpulkan. Kami hargai Rp4.000 per kilogram,” ujar Rido saat diwawancarai, Kamis (5/2/20256)
Selain mendapatkan uang tunai secara langsung, warga yang rutin mengumpulkan minyak jelantah (sistem akumulasi) juga berkesempatan mendapatkan bonus tambahan atau reward. Program ini dibagi menjadi beberapa kategori:
- Akumulasi 50 Kg: Mendapatkan Voucher Belanja Indomaret senilai Rp25.000.
- Akumulasi 150 Kg: Mendapatkan Voucher Belanja Indomaret senilai Rp100.000.
- Akumulasi 5.000 Kg: Berhak mendapatkan paket Sembako
Selama ini, pembuangan minyak jelantah secara sembarangan seringkali menyebabkan penyumbatan drainase dan mencemari ekosistem air tanah. Dengan adanya titik pengumpulan ini, diharapkan masyarakat Tanjab Barat mulai beralih ke gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.
Bagi masyarakat Tanjab Barat yang ingin menukarkan minyak jelantahnya, bisa langsung mendatangi lokasi di Jalan Hidayah, Lorong Obat Nyamuk Ujung (Samping Kuburan), Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjab Barat. (WhatsApp): 0821-7003-5522
“Kami terbuka untuk kerja sama, baik dari skala rumah tangga maupun pelaku usaha kuliner yang menghasilkan jelantah dalam jumlah besar,” pungkas Rido. (SJ)