Dinas Perikanan dan Peternakan Sarolangun Dinilai Gagal, GMS Geruduk Kantor Bupati Sarolangun

0 165
Loading...

Dinas Perikanan dan Peternakan Sarolangun Dinilai Gagal, GMS Geruduk Kantor Bupati Sarolangun

SERAMBIJAMBI.ID, SAROLANGUN – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Gerakan Mahasiswa Sarolangun (GMS) melakukan unjuk rasa ke Kantor Bupati Sarolangun, Selasa (15/10/2019).

Kedatangan mahasiswa tersebut untuk menyampaikan keluhan masyarakat terhadap Dinas perikanan dan Peternakan Kabupaten Sarolangun yang kinerjanya dinilai gagal dalam menjalankan program selama dua tahun terakhir.

Mahasiswa juga menuntut agar Bupati Sarolangun melakukan evaluasi kinerja Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan Asnawi, yang juga menjabat Peltu Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan beberapa tahun belakangan ini.

“Program cetak kolam yang kami nilai gagal, hal ini dikarenakan kurangnya pembinaan serta pengawasan. Sentra ternak sapi di Kecamatan Air Hitam yang tidak terkelola dengan baik, bahkan ada dugaan jumlah sapi menurun dan bahkan penjualannya dilakukan oleh oknum secara diam-diam dan rumah potong hewan dan pasar ternak tidak difungsikan dengan baik,” kata Rayan Arpandi dalam orasinya.

”Kami juga meminta Bupati Sarolangun menggugurkan Asnawi sebagai peserta lelang eselon II, apa yang kami sampaikan ini merupakan kritik konstruktif untuk kemajuan Kabupaten Sarolangun dibidang Perikanan dan Peternakan,” katanya.

Hendri Syahputra juga menegaskan aksi unjuk rasa ini merupakan jalan terakhir yang diambil mahasiswa karena mahasiswa sebelumnya pernah ingin melakukan diskusi ke kantor Dinas Peternakan dan Perikanan, namun tidak membuahkan hasil karena Asnawi seolah mengelak diajak untuk berdiskusi.

”Beberapa bulan yang lalu, kami menemui beliau terkait diskusi perikanan. Tapi jawabannya tidak mencerminkan sebagai seorang pemimpin di OPD tersebut. Kami tidak mau dipimpin orang yang tidak bertanggung jawab, kami ingin OPD diisi oleh orang yang mampu menjalankan amanahnya. Pertama copot Asnawi dari jabatannya, kemudian kami selaku mahasiswa menilai orang ini tidak layak untuk menjabat,” katanya.

Setelah kurang lebih satu jam lebih melakukan orasi didepan Kantor Bupati Sarolangun, akhirnya perwakilan mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Sarolangun (GMS). Dilakukan mediasi agar aksi tersebut bisa disambut langsung oleh Wakil Bupati.

Hadir dalam unjuk rasa dan audiensi tersebut, Asisten II Ir Dedi Hendri, Kapolres Sarolangun AKBP Deni Heryanto, Kakan Kesbangpol Novri, Kasat Intel Iptu Rendie Rienaldy, Kasatpol PP Riduan.

Dengan diterima langsung oleh Wakil Bupati Hillaltil Badri didampingi Asisten II Ir Dedi Hendri, Kakan Kesbangpol Novry dan jajaran, di ruang Pola utama Kantor Bupati, Sekitar pukul 10.30 WIB.

Asisten II Dedi Hendri mengatakan saat ini proses lelang memang masih dilakukan, namun memang diharapkan bisa membawa suasana baru untuk memajukan dinas terkait yang ikut lelang jabatan, khususnya dinas perikanan dan peternakan.

”Yang perlu dipahami, kita juga harus mampu untuk mendorong kegiatan produktif, saya pikir adik-adik mahasiswa bisa berperan dalam program perikanan dan Peternakan itu. Adik-adik punya kesempatan untuk berperan, kita perlu menyikapinya dengan tenang. Jadi ini tolong dipahami,” katanya.

Sementara itu, Wabup Hillalatil Badri mengatakan bahwa apa yang menjadi tuntutan mahasiswa dari organisasi GMS ini akan dilaporkan ke Bupati Sarolangun Cek Endra.

Ia berjanji akan menindaklanjuti atas aksi yang dilakukan mahasiswa ini, namun untuk tuntutan pencopotan jabatan pejabat eselon II, katanya ada mekanisme yang harus diikuti salah satunya sesuai dengan PP nomor 53 tahun 2010 tentang kedisiplinan PNS.

“Soal lelang Ini tetap akan kami sampaikan ke pak Bupati mengenai keluhan yang disampaikan oleh adik-adik mahasiswa. Dan pemerintah tidak ada intervensi, Insa allah akan ditindak lanjuti. Terima kasih atas koreksi yang adik-adik sampaikan, yang jelas bahwa kegiatan inikan ada pemeriksaan, Kalau ada temuan akan kita tindak lanjuti, aspirasi ini akan kami terima dan ditindak lanjuti,” katanya.

“Nanti kita akan bahas di baperjakat, terkait kurang puasnya pelayanan khususnya di dinas perikanan dan Peternakan. Kami harap seluruh opd agar dapat melayani seluruh lapisan masyarakat. Kita diskusi sehingga apa yang menjadi kelemahan bisa kami benahi, dan kita akan evaluasi. Pernyataan sikap ini kami terima dan kami akan laporkan kepada pak bupati apa yang menjadi penyampaian adik-adik,” tandas Wabup. (Rdh)

Loading...

Leave A Reply

Your email address will not be published.