PT WKS Adakan Trauma Healing untuk Keluarga Karyawan yang Mengalami Penyerangan Kelompok SMB

0 284

PT WKS Adakan Trauma Healing untuk Keluarga Karyawan yang Mengalami Penyerangan Kelompok SMB

SERAMBIJAMBI.ID, JAMBI – PT Wira Karya Sakti (WKS) mengadakan kegiatan Trauma Healing bagi penyintas Serikat Mandiri Batanghari (SBM), sebanyak 38 karyawan beserta keluarga menjadi target prioritas dalam kegiatan tersebut. Mereka menjadi prioritas karena mengalami langsung penyerangan SMB ke camp Distrik 8 (13/07/19). Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Minggu, 28 Juli 2019 di Kantor PT WKS Mayang Jambi.

Pada agenda tersebut tidak semua karyawan bisa hadir. Ada salah seorang karyawan yang mengalami luka cukup serius (patah kaki dan lebam di muka), untuk kasus tersebut PT WKS langsung mendatangi rumah penyintas tersebut bersama tim Psikolog. “Kita harus terus hadir dan membangun solidaritas sesama karyawan,” ungkap Nofery Healdy selaku Kepala Department HRD PT WKS.

Kegiatan Trauma Healing ini bekerja sama dengan Himpunan Psikolog Indonesia Wilayah Jambi (HIMPSI Jambi), dengan mendatangkan 4 psikolog, yang diantaranya terdapat Psikolog Keluarga dan Anak. Sebagaimana diketahui terdapat anak-anak yang “terpapar kekerasan” saat SMB menyerang Camp Distrik 8.

“Berdasarkan catatan pada hari kejadian terdapat 6 Perempuan dan 6 anak yang terpapar kekerasan pada 13 Juli 2019, mereka terdaftar dalam kegiatan ini,” ungkap Afifah Team Leader Relawan Trauma Healing Perempuan dan Anak.

“Kegiatan ini juga memberikan materi tentang Psikoedukasi agar dapat melakukan deteksi dini dan pertolongan pertama dalam trauma,” ungkap Bu Siti Raudhoh, M.PSi, Psikolog, selaku perwakilan HIMPSI Jambi.

Menurutnya dampak paparan kekerasan dan trauma bisa langsung terasa saat itu juga, atau bisa muncul dalam jangka bulanan, semesteran atau bahkan bertahun-tahun kemudian tergantung kemampuan masing-masing orang dalam menekan trauma. “Sewaktu-waktu trauma bisa muncul, oleh karena itu mereka kita edukasi agar dapat melakuan self screening trauma,” ungkap Psikolog yang biasa dipanggil Bu Dodo ini.

Natalia Damayanti, M.PSi, Psikolog, mencatat ada reaksi-reaksi yang tidak biasa dari anak-anak yang diterapi pada hari ini, seperti bereaksi kasar, melempar mainan dan menggunakan kalimat-kalimat “smb jahat, polisi tangkap, pedang”, hal itu membuktikan anak-anak mencatat dalam pikirannya setiap kejadian kekerasan, dan ini perlu diobservasi lebuh lanjut untuk melihat dampaknya.

Retno seorang relawan menambahkan, “anak-anak jadi mudah kaget dan takut, bahkan hanya karena suara bus dan teriakan orang. Dalam berbicara juga selalu mengarah pada kejadian ekstrim, seperti mati, tabrak bus, boleh melempar, membunuh,” ujarnya.

Dalam sesi sharing ada seorang ibu ditodong senjata api rakitan di pipinya dan itu disaksikan anak perempuannya. Sampai hari ini reaksi-reaksi fisiknya masih ada seperti berkeringat dingin, berdebar, bahkan sempat menolak menghadiri sesi konseling ini, karena takut pengalaman buruk akan terbuka kembali.

Menurut Slamet Irianto selaku Kadep Sosial dan Security PT WKS sebetulnya yang terpapar oleh SMB bukan hanya yang ikut trauma healing hari ini, lebih dari 1 tahun seluruh karyawan Distrik 4 dan Distrik 8 tidak pernah merasa aman, nyaman dan tentram dalam bekerja, berkali-kali intimidasi dan kekerasan dialami karyawan PT WKS, bahkan pada perempuan dan anak.

“Selanjutnya kegiatan trauma healing akan kita berikan kepada seluruh karyawan di Distrik 4 maupun Distrik 8, selain itu PT WKS akan membuka Posko Ceria di beberapa titik desa sekitar konsesi yang terpapar dampak SMB, agar situasi dapat kembali harmonis,” ungkap Slamet Irianto yang juga Ketua Forum CSR Provinsi Jambi.

Leave A Reply