Breaking News
light_mode
Trending Tags

WASPADA, SYIRIK DI SEKITAR KITA!

  • account_circle Serambi Jambi
  • calendar_month Selasa, 2 Apr 2019
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Abd. Mukti, S.Ag

Kalau ada seorang penceramah berucap di atas mimbar “Sungguh perbuatan syirik dan pelanggaran tauhid sering terjadi dan banyak tersebar di masyarakat kita!”, Mungkin orang-orang akan keheranan dan bertanya-tanya: “Benarkah itu? Mana buktinya?”. Tapi kalau sumber beritanya berasal dari firman Allâh Azza wa Jalla dalam al-Qur’ân, masihkah ada yang meragukan kebenarannya?.

Simaklah, Allâh Azza wa Jalla berfirman :

وَمَا يُؤْمِنُ أَكْثَرُهُم بِاللَّهِ إِلَّا وَهُم مُّشْرِكُونَ
“Dan sebagian besar manusia tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan-Nya (dengan sembahan-sembahan lain)”. [Yûsuf/12:106]

Syirik adalah dosa yang paling besar, paling berbahaya, merupakan tindakan kezaliman yang paling zalim, kejahatan yang paling besar dan dosa yang tidak bakal terampuni Allah SWT.

Allah SWT berfirman :

إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.”

Untuk itu kita harus waspada dan hati-hati terhadap dosa kezaliman yang paling besar ini baik ucapan, perbuatan atau sikap kita jangan sampai terjebak dalam lembah hitam kesyirikan ini. Sementara kita tidak menyadarinya, karena memang kesyirikan itu samar-samar bahkan mungkin sudah menjadi tradisi atau budaya di tengah-tengah masyarakat.

Didalam kitab Hishnut Tauhid (Benteng Tauhid) buah karya kumpulan ulama besar yang salah satunya adalah Syekh Abdul Rahman As-Sa’dy; di dalam buku itu dijelaskan beberapa hal yang dapat merusak aqidah tauhid Islam antara lain sbb. :
1. Memakai penangkal dengan tujuan menolak bala’ atau menghilangkannya seperti kalung dan benang, baik yang terbuat dari kuningan, tembaga, besi ataupun kulit.

2. Mantra-mantra bid’ah dan jimat-jimat, yaitu yang mengandung rumus-rumus dan kata-kata yang tidak dapat dipahami, meminta bantuan jin untuk melepaskan sihir atau guna-guna.

3. Meminta berkah (tabarruk) kepada seseorang, pohon-pohon, batu-batu atau lainnya. Bahkan ka’bah sendiri tidak boleh mengusap-usapnya dengan tujuan mencari berkah.
Umar ibn Khathab ra. ketika mencium Hajarul Aswad pernah berkata : “Sesungguhnya aku tahu, bahwa kamu adalah sebuah batu yang tidak dapat memberi manfaat dan madharat. Kalau bukan karena pernah melihat Rasulullah SAW menciummmu, niscaya aku tidak akan menciummu”.

4. Berdo’a (memohon) kepada selain Allah, seperti berdo’a meminta suatu hajat, isti’anah (minta tolong), istighatsah (minta tolong di saat sulit) kepada orang mati, baik itu kepada Nabi, wali, habib, kyai, jin maupun kuburan keramat, atau minta rizki, meminta kesembuhan penyakit dari mereka, atau kepada pohon dan lainnya selain Allah adalah syirik akbar (syirik besar).

Syaikh Muhammad bin ‘Abdil Wahhab rahimahullah berkata: “Barangsiapa yang memalingkan satu macam ibadah kepada selain Allah, maka ia musyrik kafir.”

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَمَنْ يَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ لَا بُرْهَانَ لَهُ بِهِ فَإِنَّمَا حِسَابُهُ عِنْدَ رَبِّهِ ۚ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ

“Dan barangsiapa menyembah ilah yang lain bersama Allah, padahal tidak ada satu dalil pun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Rabb-nya. Sesungguhgnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung.” [Al-Mukminuun: 117][7]

5. Mendatangi dukun atau paranormal untuk bertanya sesuatu dan membenarkannya, sekalipun mereka dijuluki wali atau bergelar kiyai dan seumpamanya. Ini juga dapat merusak tauhid atau musyrik pelakunya. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

Barangsiapa mendatangi ‘arrâf lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu, tidak akan diterima darinya shalat 40 hari. [HR. Muslim, no: 2230]

6. Tathayyur atau menganggap sial atas apa yang dilihat, didengar, atau yang diketahui. Seperti yang dilihat yaitu, melihat sesuatu yang menakutkan. Yang didengar seperti mendengar burung gagak, dan yang diketahui seperti mengetahui tanggal, angka atau bilangan.

Semua kepercayaan seperti ini tidak dibolehkan sama sekali, karena merusak tauhid atau syirik. Thiyarah termasuk syirik yang menafikan kesempurnaan tauhid, karena ia berasal dari apa yang disampaikan syaithan berupa godaan dan bisikannya.

اَلطِّيَرَةُ شِرْكٌ، اَلطِّيَرَةُ شِرْكٌ، اَلطِّيَرَةُ شِرْكٌ، وَمَا مِنَّا إِلاَّ، وَلَكِنَّ اللهَ يُذْهِبُهُ بِالتَّوَكُّلِ.

“Thiyarah itu syirik, thiyarah itu syirik, thiyarah itu syirik dan setiap orang pasti (pernah terlintas dalam hatinya sesuatu dari hal ini). Hanya saja Allah menghilangkannya dengan tawakkal kepada-Nya. (HR.Albukhari, Abu Daud, dan lainnya).

7. Terlalu menggantungkan harapan kepada sebab atau usaha, seperti menggantungkan nasib kepada dokter, pengobatan, pekerjaan dan lainnya, tanpa menghiraukan sikap tawakkal kepada Allah SWT.

8. Meramalkan kejadian yang akan datang atau hal-hal yang ghaib dengan perantaraan bintang-bintang, padahal bintang-bintang itu diciptakan Allah bukan untuk tujuan tersebut.

Itulah antara lain hal-hal yang dapat merusak tauhid yang dapat menyebabkan pelakunya menjadi musyrik yang jika tidak bertobat sampai akhir hayatnya tidak diampuni dosanya dan diharamkan masuk surga (Lihat Q.S.Annisa 48 dan Al-Maidah 72).
Wallahu a’lam bishshowab.

Penulis adalah Pemerhati Kehidupan Beragama

  • Penulis: Serambi Jambi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi untuk Anda

  • Pompong Terbalik di Sungai, Satu Korban Ditemukan Tewas dan Enam Selamat

    Pompong Terbalik di Sungai, Satu Korban Ditemukan Tewas dan Enam Selamat

    • calendar_month Rabu, 20 Feb 2019
    • account_circle Serambi Jambi
    • 0Komentar

      SERAMBIJAMBI.ID, MERANGIN – Setelah dilakukan pencarian selama 4 hari, Joko (45) korban hanyut dan tenggelam di Sungai Batang Merangin Desa Simpang Parit, Kecamatan Renah Pembarab, Kabupaten Merangin berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan. Joko (45) ditemukan tewas atau dalam keadaan sudah tidak bernyawa pada hari Rabu 20 Februari 2019, sekira Pukul 09.00 WIB. Korban […]

  • Waspada Bencana, Brimob Polda Jambi Siap Bantu Upaya Pencegahan dan Penanganan Karhutla

    Waspada Bencana, Brimob Polda Jambi Siap Bantu Upaya Pencegahan dan Penanganan Karhutla

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2020
    • account_circle Serambi Jambi
    • 0Komentar

    Waspada Bencana, Brimob Polda Jambi Siap Bantu Upaya Pencegahan dan Penanganan Karhutla SERAMBIJAMBI.ID, JAMBI –  Satuan Brigadir Mobile (Satbrimob) Polda Jambi menggelar pelatihan pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi, Kamis (23/07/20). Pelatihan itu dibuka oleh Kapolda Jambi Irjen Pol Firman Shantyabudi dengan apel bersama personel Brimob Polda Jambi, Sabhara dan Manggala […]

  • Berikan Rasa Aman saat Malam Misa Natal, Kapolda Jambi, Gubernur dan Danrem 042 Gapu Kunjungi Gereja di Kota Jambi

    Berikan Rasa Aman saat Malam Misa Natal, Kapolda Jambi, Gubernur dan Danrem 042 Gapu Kunjungi Gereja di Kota Jambi

    • calendar_month Minggu, 24 Des 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Berikan Rasa Aman saat Malam Misa Natal, Kapolda Jambi, Gubernur dan Danrem 042 Gapu Kunjungi Gereja di Kota Jambi SERAMBIJAMBI.ID,JAMBI – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jambi Irjen Pol Rusdi Hartono bersama Gubernur Jambi DR H Al Haris, Ketua DPRD Provinsi Jambi Edi Purwanto, Danrem 042 Gapu Brigjen TNI Rachmad, Kepala BIN Daerah Jambi Brigjen Pol […]

  • Kapolri bersama Panglima TNI Hadiri Acara Silaturahmi Kebangsaan di Ponpes Khas Kempek Cirebon

    Kapolri bersama Panglima TNI Hadiri Acara Silaturahmi Kebangsaan di Ponpes Khas Kempek Cirebon

    • calendar_month Sabtu, 26 Jan 2019
    • account_circle Serambi Jambi
    • 0Komentar

    SERAMBIJAMBI.ID – Kapolri Jenderal Pol Prof. H. M. Tito Karnavian., Ph.D bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto  mengahdiri acara silaturahmi kebangsaan di Ponpes Khas Kempek Cirebon Jawa Barat, Sabtu, (26/01/19) siang. Sebelum acara dimulai, Kapolri dan Panglima TNI menyempatkan diri untuk bersilaturahim bersama Pengasuh Ponpes di Kediaman KH. Moh. Mustofa Aqiel Siroj yang masih […]

  • Fraksi KDN dan BBI Tolak Hibah Jembatan Muara Sabak ke Provinsi Jambi

    Fraksi KDN dan BBI Tolak Hibah Jembatan Muara Sabak ke Provinsi Jambi

    • calendar_month Selasa, 2 Jul 2019
    • account_circle Serambi Jambi
    • 0Komentar

    Fraksi KDN dan BBI Tolak Hibah Jembatan Muara Sabak ke Provinsi Jambi SERAMBIJAMBI.ID, TANJAB TIMUR – Fraksi Karya Demokrasi Nasional (KDN) dan Bulan Bintang Indonesia (BBI) dalam sidang paripurna pandang fraksi terhadap laporan banggar, Senin (1/6/2019) yang dihadiri Bupati Romi Hariyanto bersama Forkompimda menolak hibah Jembatan Muara Sabak (JMS) ke pihak Provinsi Jambi. Alasan penolakan […]

  • Bersinergi dan Kolaborasi Membangun Bangsa, Dansat Brimob Polda Jambi Terima Penghargaan dari Ketua PWI Kota Jambi

    Bersinergi dan Kolaborasi Membangun Bangsa, Dansat Brimob Polda Jambi Terima Penghargaan dari Ketua PWI Kota Jambi

    • calendar_month Rabu, 29 Jan 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Bersinergi dan Kolaborasi Membangun Bangsa, Dansat Brimob Polda Jambi Terima Penghargaan dari Ketua PWI Kota Jambi SERAMBIJAMBI.ID, JAMBI – Menjelang Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh pada tanggal 09 Februari mendatang, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Irwansyah memberikan penghargaan kepada Dansat Brimob Polda Jambi Kombes Pol Nadi Chaidir, Rabu (29/1/25). Penghargaan tersebut diterima langsung […]

expand_less