Breaking News
light_mode
Trending Tags

Tugu Perjuangan Kemerdekaan di Desa Muara Jernih Tak Terawat, Pemerintah Jangan Tutup Mata

  • account_circle Serambi Jambi
  • calendar_month Senin, 11 Mar 2019
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SERAMBIJAMBI.ID, MERANGIN – Kemerdekaan Bangsa Indonesia yang di Proklamasikan 74 tahun yang silam adalah buah dari perjuangan seluruh anak Bangsa. Semua Daerah dipelosok Negeri rela berkorban harta bahkan tak sedikit nyawa melayang demi mencapai Kemerdekaan dan demi Bangsa Indonesia yang tercinta ini.

Selama masa perjuangan, pertempuran melawan penjajah, terjadi dimana mana mulai dari sabang sampai merauke, tua muda, lelaki bahkan wanita pun turun kemedan perang.

Disetiap daerah selalu ada anak Negeri yang gugur dalam pertempuran, ada jasad mereka sempat disemayamkan, bahkan ada pula jasadnya mereka yang tidak diketemukan karena sudah hancur dihantam mesin pembunuh penjajah.

Di Kabupaten Merangin sendiri juga tidak sedikit jiwa yang terkoyak, bahkan ribuan nyawa melayang. “Di Desa Muara Jernih Kecamatan Tabir Ulu Kabupaten Merangin menjadi saksi tempat pertempuran dengan para penjajah.

Hal itu dibuktikan dengan adanya fakta sejarah yang hingga saat ini fakta sejarah tersebut masih berdiri di Pasar Desa Muara Jernih yang berbentuk tugu atau monumen. “Sejarah pertempuran di Bukit Palumon tersebut juga dikuatkan dengan dokumen yang ditulis oleh Raden Suhur selaku komandan pertempuran saat itu.

Tugu yang berdiri dipasar Desa Muara Jernih ini didirikan untuk mengenang bahwa di Muara Jernih pada 15 september 1949 pukul 04.00 WIB pernah terjadi pertempuran diseberang Desa Muara Jernih, tepatnya di Bukit Palumon untuk merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.

Monumen atau tugu ini didirikan pada 15 September 1989 oleh komandan perang seksi III Kompi I Bat Gajah Mada, Sersan Mayor Cadet Raden Suhur yang pada saat mendirikan monumen tersebut beliau sedang menjabat sebagai Anggota DPRD TK I Jambi.

Adapun anggota pasukan perang yang dipimpin oleh Sersan Mayor Cadet Raden Suhur tersebut yakni :
1. Raden Suhur : Sersan Mayor Cadet
2. Yahya Bay : Kopral CPM, Ajudan
3. Ahmad Syah : Kopral CPM
4. Amat Coupon : Pemuda
5. Pasirah Samin : Pemuda
6. Matdis : Pemuda
7. Tiang Panjang : Pemuda
8. Ismail Dukun : Pemuda
9. H. Majid Seling : Pemuda
10. Sari : Pemuda
11. Yahya : Pemuda

Dan, diantara pasukan rombongan Sersan Mayor Cadet Raden suhur tersebut, disaat pertempuran yang terjadi di Muara Jernih tepatnya di Bukit Palumon terdapat tiga orang yang gugur dalam pertempuran, mereka adalah :
1. H.Majid
2. Yahya
3. Sari.

Nama nama anggota pasukan pimpinan Raden Suhur tersebut, baik yang selamat dan bahkan yang gugur sebagai kusuma Bangsa, terukir di Monumen yang didirikan dipasar Muara jernih. “Bahkan pantun yang sering dibawakan oleh H. Majid, sehari sebelum terjadinya pertempuran juga diabadikan di Monumen, adapun pantunnya berbunyi ;

“Berderai Hujan di Mumpo
Namun di Padi Berderai Jangan
Bia Bacerai Kito di Muko
Namun di Hati Becerai Jangan”

“Tinggi Bukit Senang Hati
Nampak dari Pulau Lintang
Idak kuseding Badan ku Mati
Asal ku Mati dalam Bejuang”

Sementara, Abdullah Kuti yang merupakan anak dari Ismail Dukun yang merupakan putra asli Desa Muara Jernih, pejuang rombongan Raden suhur, kepada serambijambi.id mengungkapkan kekhawatirannya tentang tugu perjuangan kemerdekaan ini.

Mengapa tidak dia khawatir, tugu yang didirikan dari tahun 1989 tersebut, hingga saat ini belum ada perhatian dari Pemerintah.

“Saya jadi prihatin dan khawatir dengan keadaan tugu perjuangan rombongan ayah saya tersebut. Tugu itu sekarang keadaan bangunannya sudah ada yang rusak karena faktor umur, pagarnya banyak yang kropos bahkan las yang penyambung pagar sudah mulai lepas, ukiran nama nama para pejuang yang ada ditugu, sudah memudar.

Dalam rasa yang agak kecewa tersebut. Abdullah Kuti, anak dari pejuang kemerdekaan sangat berharap kepada Pemerintah agar dapat memperhatikan keadaan tugu atau monumen yang sebagai tanda bukti sejarah perjuangan kemerdekaan.

“Kepada pemerintah, saya mohon jangan tutup mata, coba perhatikan bukti sejarah perjuangan kemerdekaan di Daerah kita ini. Jangan sampai tugu perjuangan ini runtuh dimakan usia karena tak dirawat,” pungkasnya (Bas.R)

  • Penulis: Serambi Jambi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi untuk Anda

  • Wakapolda Jambi Hadiri Peresmian Gedung Mahligai Bank 9 Jambi 

    Wakapolda Jambi Hadiri Peresmian Gedung Mahligai Bank 9 Jambi 

    • calendar_month Jumat, 4 Feb 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Wakapolda Jambi Hadiri Peresmian Gedung Mahligai Bank 9 Jambi   SERAMBIJAMBI.ID, JAMBI – Wakapolda Jambi Brigjen Pol. Yudawan Roswinarso menghadiri acara peresmian gedung Mahligai Bank 9 Jambi pada Jumat (04/02/2022). Peresmian dilakukan di Kantor Pusat Bank Jambi 9 pukul 09.00 WIB. Dimana Sejak hari ini tepat tanggal 04 Februari 2022 Gedung Mahligai 9 Jambi secara […]

  • Kasrem 042/Gapu Pimpin Apel Kesiapan Pam Kunjungan Ibu Negara

    Kasrem 042/Gapu Pimpin Apel Kesiapan Pam Kunjungan Ibu Negara

    • calendar_month Rabu, 19 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Kasrem 042/Gapu Pimpin Apel Kesiapan Pam Kunjungan Ibu Negara SERAMBIJAMBI.ID, JAMBI – Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Supriono, S.IP., M.M diwakili Kasrem 042/Gapu Kolonel Inf Ali Aminudin, S.E, pimpin apel gelar pasukan pengamanan VVIP dalam rangka pengamanan kunjungan kerja Ibu Negara Hj. Iriana Joko Widodo ke wilayah Provinsi Jambi di lapangan upacara Makorem 042/Gapu, jalan Jend Urip […]

  • Wabup H. Robby Nahliansyah Buka Puasa Bersama dengan Masyarakat Kecamatan Geragai

    Wabup H. Robby Nahliansyah Buka Puasa Bersama dengan Masyarakat Kecamatan Geragai

    • calendar_month Selasa, 21 Mei 2019
    • account_circle Serambi Jambi
    • 0Komentar

    SERAMBIJAMBI. ID, TANJAB TIMUR – Tim Safari Ramadhan Pemerintah Kabupaten Tanjab Timur yang dipimpin Wakil Bupati H. Robi Nahliansyah mengunjungi Kecamatan Geragai guna untuk berbuka puasa bersama dengan masyarakat di Masjid Nurul Hidayah Stejing, Senin (20/5/19) kemarin. Wakil Bupati Tanjab Timur H. Robby Nahliyansyah selaku Ketua Rombongan Tim Safari Kabupaten dalam sambutannya mengatakan, Safari ramadhan […]

  • Tim SAR Ditpolairud Polda Jambi Turunkan Perahu Karet Bantu Evakuasi Warga Terdampak Banjir

    Tim SAR Ditpolairud Polda Jambi Turunkan Perahu Karet Bantu Evakuasi Warga Terdampak Banjir

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Tim SAR Ditpolairud Polda Jambi Turunkan Perahu Karet Bantu Evakuasi Warga Terdampak Banjir SERAMBIJAMBI.ID, JAMBI – Derasnya hujan pada Minggu dini hari membuat beberapa wilayah mengalami banjir termasuk di Kota Jambi. Beberapa daerah yang terdampak menggenangi rumah warga dan diharuskan mengungsi ke tempat yang tidak terendam. Mendapatkan informasi adanya warga yang harus dievakuasi, Ditpolairud Polda […]

  • Polda Jambi Siap Kawal Penutupan Operasi Batu bara

    Polda Jambi Siap Kawal Penutupan Operasi Batu bara

    • calendar_month Kamis, 30 Mar 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Polda Jambi Siap Kawal Penutupan Operasi Batu bara SERAMBIJAMBI.ID, JAMBI – Jajaran Polda Jambi siap dukung penutupan jalan nasional untuk operasional tambang batubara di Jambi. Ini setelah Polda Jambi mendapat informasi soal hasil rapat dengar pendapat (RDP), antara Komisi V DPR RI dengan Pemerintah Provinsi Jambi, Rabu (29/3/2023). Untuk diketahui, hasil rapat itu memutuskan : 1. […]

  • Hampir 80 Tahun, Kampung di Tanjab Barat Ini Belum Pernah Sembelih Hewan Qurban

    Hampir 80 Tahun, Kampung di Tanjab Barat Ini Belum Pernah Sembelih Hewan Qurban

    • calendar_month Senin, 19 Jul 2021
    • account_circle Serambi Jambi
    • 0Komentar

    Hampir 80 Tahun, Kampung di Tanjab Barat Ini Belum Pernah Sembelih Hewan Qurban SERAMBIJAMBI.ID, TANJAB BARAT – Hari Raya Idul Adha 1442 H tinggal satu hari lagi, namun ada pemandangan yang berbeda di Kampung Melayu Parit 10 Sungai Saren Kecamatan Bram Itam Kabupaten Tanjab Barat. Pasalnya, di Kampung ini hampir 80 tahun belum pernah sembelih […]

expand_less