PLN ULP Kuala Tungkal Imbau Warga Waspada Bahaya Listrik: Ini 5 Langkah Antisipasinya!
- account_circle Serambi Jambi
- calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SERAMBIJAMBI.ID, TANJAB BARAT – Intensitas hujan yang mulai meningkat di wilayah Kuala Tungkal dan sekitarnya memicu potensi genangan air hingga banjir di sejumlah titik. Menanggapi kondisi cuaca ekstrem ini, PT PLN (Persero) melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kuala Tungkal memberikan imbauan penting kepada masyarakat untuk memprioritaskan keselamatan ketenagalistrikan.
Manager PLN ULP Kuala Tungkal, Yossa Perdana, menegaskan bahwa air merupakan konduktor listrik yang sangat baik, sehingga potensi risiko tersengat aliran listrik meningkat drastis saat terjadi banjir.
“Keselamatan jiwa pelanggan adalah prioritas utama kami. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk segera mengambil langkah preventif jika air mulai memasuki lingkungan rumah atau terjadi banjir yang cukup tinggi,” ujar Yossa Perdana
Sebagai langkah pengamanan, PLN akan melakukan pemutusan aliran listrik secara otomatis atau manual dalam dua kondisi utama:
Rumah Pelanggan Terendam Air: Untuk menghindari korsleting dan bahaya sengatan listrik di dalam rumah.
Gardu Distribusi Terendam Air: Jika infrastruktur PLN terkena dampak banjir, pemadaman dilakukan demi keamanan wilayah yang lebih luas.
Agar terhindar dari bahaya listrik selama musim hujan, Yossa Perdana membagikan lima panduan praktis bagi masyarakat:
Matikan Instalasi Listrik: Segera turunkan Circuit Breaker (MCB) pada kWh meter ke posisi OFF jika air mulai masuk ke dalam rumah.
Cabut Peralatan Elektronik: Pastikan semua kabel yang masih tersambung pada stop kontak segera dilepaskan.
Evakuasi Alat Elektronik: Pindahkan perangkat elektronik berharga ke tempat yang lebih tinggi dan kering agar tidak terendam.
Segera Lapor Melalui PLN 123: Jika air sudah tinggi namun aliran listrik belum padam, segera hubungi Contact Center PLN 123 atau melalui aplikasi PLN Mobile.
Hubungi Instansi Terkait: Berkoordinasi dengan pihak penanggulangan bencana setempat untuk bantuan evakuasi dan penanganan darurat lainnya.
Yossa juga menambahkan bahwa proses penormalan atau penyalaan kembali aliran listrik tidak bisa dilakukan secara instan setelah banjir surut. PLN harus memastikan kondisi infrastruktur benar-benar aman.
“Penormalan listrik baru dapat dilakukan setelah seluruh instalasi dipastikan kering. Proses ini juga melibatkan penandatanganan Berita Acara (BA) yang disaksikan oleh ketua RT, RW, atau tokoh masyarakat setempat sebagai bentuk verifikasi keamanan bersama,” tambah Yossa.
Bagi pelanggan yang membutuhkan bantuan atau ingin melaporkan gangguan, PLN menyediakan layanan siaga 24 jam melalui Contact Center PLN 123 atau mengakses informasi terkini melalui situs resmi www.pln.co.id. (SJ)
- Penulis: Serambi Jambi

Saat ini belum ada komentar