Breaking News
light_mode
Trending Tags

Curhat Pedagang Keliling di Kuala Tungkal: Gara-gara Corona, Omzet Turun Drastis, Cari Rp 50 Ribu Susahnya Minta Ampun

  • account_circle Serambi Jambi
  • calendar_month Jumat, 17 Apr 2020
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Curhat Pedagang Keliling di Kuala Tungkal: Gara-gara Corona, Omzet Turun Drastis, Cari Rp 50 Ribu Susahnya Minta Ampun

SERAMBIJAMBI.ID, TANJAB BARAT – Wabah virus corona (Covid-19) yang merebak saat ini turut berdampak pada sektor ekonomi masyarakat Kota Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjab Barat. Sejumlah pedagang kecil mengaku omzetnya menurun drastis dibandingkan sebelum datangnya wabah virus corona.

Usup, salah satu pedagang kecil atau pedagang sosis keliling di Kota Kuala Tungkal saat disambangi serambijambi.id, Kamis (16/4/20) sore menuturkan, sejak adanya wabah virus corona ini, dirinya mengaku kalau omzet penjualannya menurun drastis.

Biasanya omzet perhari bisa mencapai Rp. 200 ribu hingga Rp. 300 ribu, namun sejak adanya wabah ini, omzet menurun drastis.

“Sejak adanya wabah ini, omzet menurun drastis, sekarang ini cari Rp. 50 ribu aja susahnya minta ampun,” ujar Usup.

Faktor lain yang diklaimnya membuat omzetnya menurun drastis itu yakni karena ditutupnya sejumlah tempat keramaian seperti WFC, Taman PKK dan Alun-alun Kuala Tungkal serta adanya imbauan pemerintah atau gerakan #DiRumahAja, demi mencegah meluasnya penyebaran virus corona.

Tentunya hal itu sangat mempengaruhi, karena semua kena imbas. Sejak munculnya virus corona dan ditutupnya tempat keramaian yang membuat pengunjung tidak ada lagi yang datang, hal itu menyebabkan sepinya pembeli dan mengakibatkan omzet penjualan menurun drastis,” keluhnya

Sekarang ini, harapan kami untuk bertahan hidup ditengah wabah virus corona sudah hampir pupus. Satu-satunya harapan kini digantungkan kepada pemerintah. Yang diharapkan bisa segera menyalurkan bantuannya kepada yang berdampak, termasuk kepada kami para pedagang kecil ini.

“Kami memohon kepada pemerintah dapat memperhatikan kami, lihatlah keadaan kami ini,” harapnya

Hal senada juga disampaikan oleh Udin, pedagang keliling lainnya yang juga mengeluhkan sepinya pembeli dibanding sebelum datangnya wabah virus corona.

“Sejak adanya wabah virus corona ini, omzet penjualan kami menurun drastis. Dulu omzet perhari bisa mencapai Rp. 300 ribuan. Sekarang ini omzet perhari hanya Rp. 30ribu hingga Rp. 50 ribu. Omzet sekarang ini sangat tidak cukup untuk menutupi kebutuhan sehari-hari di rumah.

Kami sangat berharap kepada pemerintah dapat memikirkan kami bukan hanya pencegahan virus corona saja. Soalnya akibat rakyat kelaparan juga bisa mengakibatkan kematian,” pungkas Udin, sambil meminta agar jeritan hatinya benar-benar ditulis di media (SJ)

  • Penulis: Serambi Jambi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi untuk Anda

  • Pangdam II/Sriwijaya Berikan Apresiasi kepada Kapolda Jambi

    Pangdam II/Sriwijaya Berikan Apresiasi kepada Kapolda Jambi

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2020
    • account_circle Serambi Jambi
    • 0Komentar

    Pangdam II/Sriwijaya Berikan Apresiasi kepada Kapolda Jambi SERAMBIJAMBI.ID, JAMBI – Apresiasi tinggi disampaikan Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Agus Sunardi kepada Kapolda Jambi Irjen Pol Firman Shantyabudi, M.Si.  dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Terlebih, Kapolda Jambi menurut Pangdam memiliki inovasi luar biasa dalam hal pencegahan, dengan mendirikan command center yang dikengkapi aplikasi Asap Digital. […]

  • Ini Identitas Mayat Laki-laki yang Ditemukan Warga di Desa Lubuk Kepayang

    Ini Identitas Mayat Laki-laki yang Ditemukan Warga di Desa Lubuk Kepayang

    • calendar_month Minggu, 12 Mei 2019
    • account_circle Serambi Jambi
    • 0Komentar

    SERAMBIJAMBI.ID, SAROLANGUN – Warga Desa Lubuk Kepayang Kecamatan Air Hitam malam tadi dihebohkan dengan penemuan mayat. Penemuan diperkirakan pukul 20.00 WIB (11/05/19), saat warga lain sedang melaksanakan ibadah shalat tarawih. Lokasi penemuan mayat itu dalam kebun sawit, ditepi anak sungai air hitam (sungai landak) sekitar 3 KM dari pemukiman warga. Aparat Kepolisian Resor (Polres) Sarolangun, […]

  • Truk Batubara Kembali Beroperasi, Ini Jadwal dan Jumlah Daya Tampungnya

    Truk Batubara Kembali Beroperasi, Ini Jadwal dan Jumlah Daya Tampungnya

    • calendar_month Sabtu, 15 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Truk Batubara Kembali Beroperasi, Ini Jadwal dan Jumlah Daya Tampungnya   SERAMBIJAMBI.ID, JAMBI – Dikarenakan situasi jalan belum 100 persen normal, maka pemerintah membatasi jumlah truk batu bara yang beroperasi di Jambi. Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Mulia Prianto mengatakan, kemampuan pelayanan bongkar muat di Pelabuhan Talang Duku hanya bisa menampung 4.000 Kendaraan. “Sehingga […]

  • Detik-detik Panggung “Band Seventeen” Digulung Tsunami Saat Sedang Konser

    Detik-detik Panggung “Band Seventeen” Digulung Tsunami Saat Sedang Konser

    • calendar_month Minggu, 23 Des 2018
    • account_circle Serambi Jambi
    • 0Komentar

    SERAMBIJAMBI.ID, YOGYAKARTA – Grup Band Seventeen turut menjadi korban tsunami di pesisir Selat Sunda, Sabtu (22/12) malam. Mereka digulung tsunami saat menyanyikan lagu kedua dalam konser yang diadakan di Pantai Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang, Banten. “(Tsunami) terjadi tiba-tiba sekali, tidak ada (tanda). Makanya kalau kita melihat kan masyarakat masih banyak melakukan aktivitas, Band Seventeen masih […]

  • TPP ASN Disebut Terancam Tak Cair, Pemprov Jambi : Hati-hati Keliru ,Itu Ada Mekanismenya

    TPP ASN Disebut Terancam Tak Cair, Pemprov Jambi : Hati-hati Keliru ,Itu Ada Mekanismenya

    • calendar_month Jumat, 18 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    TPP ASN Disebut Terancam Tak Cair, Pemprov Jambi : Hati-hati Keliru ,Itu Ada Mekanismenya SERAMBIJAMBI.ID, JAMBI – Pemprov Jambi membantah keras soal Tunjangan Pengahasilan Pegawai (TPP) yang disebut terancam tidak bisa dicairkan dan ASN pun terancam gigit jari. Jubir Pemprov Jambi Ariansyah pun menyatakan bahwa pernyataan itu merupakan “disinformasi” (informasi keliru, dibuat seolah2 benar dg […]

  • Dikira Permen, 4 Bocah SD Telan Pil Ekstasi Warna Hijau, Orang Tua Jadi Tersangka

    Dikira Permen, 4 Bocah SD Telan Pil Ekstasi Warna Hijau, Orang Tua Jadi Tersangka

    • calendar_month Selasa, 11 Sep 2018
    • account_circle Serambi Jambi
    • 0Komentar

    SERAMBIJAMBI.ID, PEKANBARU – Empat bocah sekolah dasar di Kecamatan Bukit Batu, Bengkalis, Riau, tanpa sengaja menelan pil ekstasi. Anak-anak tersebut mengira pil setan milik bapaknya yang ada di mobil adalah permen. Dilansir dari detik.com, anak-anak tersebut mengira pil warna hijau yang ada di mobil orang tuanya adalah permen. Pil itu mereka potong-potong dan dibagi-bagikan,” kata […]

expand_less