Malam Lebaran Kedua, Rumah Dinas Gubernur Jambi Mendadak Didemo PKL, Ada Apa?

0 251

Malam Lebaran Kedua, Rumah Dinas Gubernur Jambi Mendadak Didemo PKL, Ada Apa?

SERAMBIJAMBI.ID, JAMBI – Puluhan pedagang kaki lima (PKL) yang biasanya berjualan di sekitar Ancol Kota Jambi mendadak melakukan aksi unjuk rasa di depan rumah dinas Gubernur Jambi, pada malam lebaran kedua, Jum’at (14/5/21) sekitar pukul 20.00 WIB.

Mereka memprotes kebijakan Pj Gubernur Jambi terkait himbauan pembatasan atau larangan berjualan di wilayah Ancol Kota Jambi selama 2 hari, mulai tanggal 15 Mei 2021 hingga 16 Mei 2021.

Dengan adanya kebijakan itu, mereka merasa dirugikan karena tidak adanya pemberitahuan sebelumnya.

Mereka merasa dirugikan dengan kebijakan tersebut, pasalnya banyak dari mereka sudah membeli stok barang dagangan atau menstok makanan yang akan basi.

Selain melakukan aksi unjuk rasa, puluhan PKL ini juga menuntut ganti rugi dan ingin bertemu dengan Pjs Gubernur Jambi.

Tak berselang lama kemudian, massa pengunjuk rasa diterima oleh Lurah Kasang dan Kasat Pol PP Kota Jambi didampingi puluhan Petugas Kepolisian dan TNI.

Lurah Kasang, Nopri Indra menyampaikan terkait permasalahan larangan berdagang di depan Rumah Dinas Gubernur Jambi selama 2 hari tersebut akan disampaikan kepada atasan kami.

“Terkait hal tersebut, akan kami sampaikan secepatnya kepada atasan kami. Kami tidak bisa memberikan keputusan dan solusinya karena hal tersebut sudah menjadi kebijakan pimpinan kami,” ujarnya

Sementara itu, Kasat Pol PP Kota Jambi, Mustari Affandi menyampaikan, kami sangat memahami keadaan bapak dan Ibu-ibu saat ini, namun kami bisa juga menindak kalian karena sudah melanggar protokol kesehatan.

Tolong pengertiannya, agar tidak berdagang dulu selama 2 hari (tanggal 15-16 Mei 2021) karena saat ini masyarakat Kota Jambi sudah banyak terpapar virus Covid-19.

“Di Kota Jambi saat ini sudah bertambah 59 orang yang positif Covid-19, jadi kita tidak tahu di antara kita siapa yg terpapar. Jadi kami minta tolong dan mohon pengertiannya dari bapak dan Ibu-ibu,” ucap Kasat Pol PP Kota Jambi

Mendengar jawaban dari Kasat Pol PP Kota Jambi, massa pengunjuk rasa (PKL) kemudian langsung berangsur-angsur membubarkan diri. (SJ)

Leave A Reply