Akibat Kabut Asap, Jarak Pandang di Perairan Sungai Pengabuan Terbatas, Kosasih : Nelayan Agar Tingkatkan Kewaspadaan

0 79
Loading...

Akibat Kabut Asap, Jarak Pandang di Perairan Sungai Pengabuan Terbatas, Kosasih : Nelayan Agar Tingkatkan Kewaspadaan

SERAMBIJAMBI.ID, TANJAB BARAT –  Kota Kuala Tungkal dan sekitarnya kembali diselimuti kabut asap. Padahal, berdasarkan pantauan Sensor Modis (Satelit Terra & Aqua) Kabupaten Tanjab Barat nihil titik api, Kamis (10/10/19).

Pantauan serambijambi.id, dalam tiga hari belakangan ini, kabut asap kembali menyelimuti Kota Kuala Tungkal. Terutama pada pagi hari, ketebalan asap terlihat tebal dan mempengaruhi jarak pandang dan di sore hari, kabut terlihat menipis lantaran terbawa angin.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjab Barat, Drs. H Kosasih dikonfirmasi serambijambi.id membenarkan, jika wilayah Kabupaten Tanjab Barat nihil titik api atau tidak ada titik api.

“Jadi kemungkinan besar kabut ini kiriman dari wilayah Kabupaten tetangga, yakni Kabupaten Tanjab Timur, Muaro Jambi dan Batanghari

Hal itu diperkuat dari hasil pantauan Sensor Modis (Satelit Terra & Aqua) dan Suomi NPP (Tingkat Kepercayaan >50%), Tanggal 09 Oktober 2019 jam 19.00 WIB hingga tanggal 10 Oktober 2019 jam 06.00 WIB di Wilayah Provinsi Jambi terdapat 20 (dua puluh) titik panas, diantaranya yakni di Kabupaten Muaro Jambi terdapat 15 titik panas, Kabupaten Tanjung Jabung Timur 4 titik panas dan Kabupaten Batanghari 1 titik panas,” jelas Kosasih

BACA JUGA : Tanjab Barat Nihil Titik Api, Namun Kabut Asap Tebal Kembali Selimuti Kota Kuala Tungkal

Sambung Kosasih menyampaikan, kabut asap ini, menyebabkan jarak pandang di wilayah Kota Kuala Tungkal dan wilayah perairan terbatas.

“Baru saja, kita juga sudah melakukan pemantauan kondisi kabut asap di wilayah laut hingga ke wilayah perairan sungai pengabuan. Kondisi kabut asap di wilayah laut dan wilayah sungai pengabuan pada hari Kamis 10 Oktober 2019 sekitar pukul 11.00 WIB terlihat gelap.

Untuk itu, kepada nelayan dan nahkoda angkutan transportasi laut yang saat ini sedang beraktifitas, agar dapat meningkatkan kewaspadaannya, dikarenakan jarak pandang terbatas,” tukas Kosasih (Sj)

Loading...

Leave A Reply

Your email address will not be published.