Detasemen Brimob dan Kapolres Tanjab Barat ‘Jadi Tukang’, Ubah Jembatan Maut Jadi Akses Masa Depan
SERAMBIJAMBI.ID, TANJAB BARAT – Di bawah terik matahari Jumat (12/12/25), sebuah pemandangan inspiratif terhampar di Desa Kuala Baru, Kecamatan Seberang Kota. Bukan sedang menjalankan tugas penegakan hukum, namun puluhan personel gabungan dari Polres Tanjab Barat dan Satuan Brimob Detasemen III Pelopor Terjun Gajah terlihat bahu-membahu, berlumur peluh bersama warga dan perangkat desa. Misi mereka? Menyelamatkan ‘urat nadi’ pendidikan desa.
Kolaborasi heroik ini berpusat pada renovasi jembatan vital penghubung krusial yang selama ini menjadi satu-satunya akses anak-anak Desa Kuala Baru menuju gerbang sekolah.
Kapolres Tanjab Barat, AKBP Agung Basuki, S.IK, MM, memimpin langsung aksi gotong royong ini, menegaskan komitmen Polri yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjamin masa depan generasi muda.
“Hari ini kita kembali melakukan pengecekan dan renovasi. Ini adalah jembatan kedua dalam program kami, yang secara spesifik menghubungkan Desa Kuala Baru dengan fasilitas-fasilitas pendidikan di wilayah ini,” tegas AKBP Agung Basuki di lokasi.
Aksi ini adalah jawaban nyata atas arahan Presiden terkait penyediaan fasilitas penyeberangan yang layak. Dengan palu, paku, dan semangat membara, personel Brimob, anggota Polres, Kepala Desa, dan masyarakat melebur menjadi satu tim, memastikan struktur yang rentan itu kini menjadi jembatan yang kokoh dan aman.
“Semoga jembatan yang kita bangun hari ini bisa bermanfaat untuk anak-anak kita yang bersekolah, dan juga masyarakat untuk melaksanakan aktivitas sehari-hari,” harap Kapolres, menutup pernyataannya dengan penuh makna.
Di tempat yang sama, raut wajah Kepala Desa Kuala Baru, Sulaiman, tak bisa menyembunyikan rasa haru dan syukurnya. Ia menyambut kehadiran aparat dengan apresiasi yang mendalam.
“Kami pun selaku Kepala Desa, mengucapkan terima kasih kepada seluruh rombongan Bapak Kapolres, terutama seluruh jajarannya. Kami sangat bersyukur atas kehadiran beliau, sangat membantu ke desa kami,” ucap Sulaiman, suaranya terdengar bergetar.
Ia menjelaskan betapa jembatan yang diperbaiki ini bukan sekadar kayu dan beton, melainkan jalur utama yang menentukan kelancaran langkah ratusan anak sekolah dan mobilitas harian warga.
Menyaksikan kolaborasi luar biasa ini, Kepala Desa kini memiliki harapan baru. “Insyaallah harapannya ke depan, semoga di desa kami ini, seluruh jembatan yang ada itu insyaallah mungkin sudah diprioritaskan,” tutupnya penuh optimisme.
Aksi ini bukan sekadar perbaikan infrastruktur, melainkan demonstrasi nyata tentang kemitraan sejati antara aparat negara dan rakyat. Polri dan Brimob hari ini telah membuktikan bahwa seragam mereka adalah simbol pengabdian tak terbatas, bahkan hingga ke jantung desa demi menjamin hak dasar masyarakat dan masa depan anak bangsa. (SJ)