Breaking News
light_mode
Trending Tags

Pengaruh Ngelem, Seorang Gadis Dibawah Umur di Tanjab Barat Digilir oleh 5 Pemuda, 3 Pelaku Berhasil Diamankan dan 2 DPO

  • account_circle Serambi Jambi
  • calendar_month Selasa, 25 Jun 2019
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pengaruh Ngelem, Seorang Gadis Dibawah Umur di Tanjab Barat Digilir oleh 5 Pemuda, 3 Pemuda Berhasil Diamankan dan 2 DPO

SERAMBIJAMBI.ID, TANJAB BARAT – Pihak Kepolisian Polres Tanjab Barat kembali berhasil mengungkap kasus tindak pidana asusila anak di bawah umur yang terjadi di wilayah Kabupaten Tanjab Barat. Kali ini kejadian tersebut menimpa seorang gadis yang masih dibawah umur (sebut saja Mawar, red)

Mawar, gadis yang baru berusia 14 tahun itu digilir oleh lima orang pemuda. Korban digilir (disetubuhi, red) di tiga lokasi yang berbeda, tepatnya di Daerah Kecamatan Betara, Kabupatan Tanjab Barat.

“Kasus itu, pertama kali diungkap oleh pihak Polsek Betara. Dalam hal ini Polsek Betara berhasil melakukan deteksi dini dari informasi yang didapat,” ujar Kapolres Tanjab Barat, AKBP ADG Sinaga, S.IK didampingi Kasat Reskrim Polres Tanjab Barat dan Kapolsek Betara, saat menggelar konferensi pers, Selasa (24/6/19) di Mapolres Tanjab Barat.

Kapolsek Betara, Iptu Irwan, SH mengatakan, kasus tindak asusila anak di bawah umur itu terungkap berawal dari adanya laporan orang tua korban yang merasa kehilangan anaknya (Mawar, red) yang sudah selama dua hari tidak pulang ke rumah, sejak Minggu (9/6/2019).

“Mendapati laporan itu, selanjutnya kami melakukan penelusuran. Dalam hitungan beberapa jam terduga pelaku dan korban berhasil ditemukan, selanjutnya terduga pelaku dan korban kami bawa ke Polsek Betara, untuk dilakukan interogasi berhubungan kemana dan apa yang dilakukan selama dua hari, korban tidak pulang kerumah.

Dari hasil interogasi, didapati bahwa ada sesuatu peristiwa tindak pidana (kasus asusila, red) yang terjadi. Selanjutnya, saya menghubungi Kapolres Tanjab Barat dan Kasat Reskrim Polres Tanjab Barat. Dan kemudian kasus tersebut dilimpahkan ke Sat Reskrim Polres Tanjab Barat,” ujar Kapolsek Betara

Sementara, Kasat Reskrim Polres Tanjab Barat, IPTU Dian Pornomo, S.IK, MH mengatakan, dari lima pemuda yang telah menyetubuhi korban, baru tiga yang berhasil diamankan.

Tiga pelaku yang sudah diamankan tersebut berinisial B, R dan A. “Untuk Pelaku A ini masih dibawah umur (16). Sementara dua pelaku lainnya yang berinisial U dan BA kini berstatus buron atau DPO.

Kejadian tindak pidana asusila itu terjadi karena pengaruh ngelem (mabuk, lem). Korban dan pelaku ini dibawah pengaruh mabuk lem. “Dari pengakuan ketiga pelaku yang sudah kita amankan, diketahui jika korban telah disetubuhi di tiga lokasi berbeda. Selama dua hari tersebut, korban telah disetubuhi sebanyak 8 kali oleh lima pelaku tersebut (dua pelaku masih buron, red). Awalnya di sebuah pondok, lalu di lokasi bekas galian saat sedang mandi dan dilanjutkan di sebuah pondok lagi,” terang Kasat Reskrim Polres Tanjab Barat

Selain mengamankan ketiga pelaku, sambung Kasat Reskrim, kami juga berhasil mengamankan barang bukti yakni satu set pakaian korban, kendaraan R2 yang digunakan untuk menjemput korban, bekas lem, dan diperkuat dengan satu alat bukti terkait persetubuhan yakni Visum terhadap korban.

Terkait tiga pelaku yang sudah diamankan ini, mereka diancam dikenakan Pasal 81 ayat (2) UU RI No 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang No 01 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. “Mereka diancam hukuman penjara paling lama 15 tahun dan paling singkat selama 5 tahun dan denda paling banyak Rp. 5 Milyar,” beber Kasat Reskrim

Dalam kesempatan itu, Kapolres Tanjab Barat menambahkan, terhadap kedua tersangka atau pelaku yang belum tertangkap, agar segera menyerahkan diri untuk bertanggung jawab atas perbuatannya,” tegas Kapolres

“Korban ini sangat muda, karena pergaulan bisa sampai sejauh itu, karena dalam pemeriksaan yang telah kami lakukan, kejadian itu terjadi karena pengaruh dari ngelem.

Untuk itu, Kapolres mengimbau kepada para orang tua dan masyarakat agar lebih waspada serta lebih memperhatikan pergaulan anak-anaknya,” imbau Kapolres Tanjab Barat (Sj)

  • Penulis: Serambi Jambi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi untuk Anda

  • Di Hadapan 6.000 Pelajar, Kapolda Jambi Tekankan Bahaya Radikalisme Digital

    Di Hadapan 6.000 Pelajar, Kapolda Jambi Tekankan Bahaya Radikalisme Digital

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Di Hadapan 6.000 Pelajar, Kapolda Jambi Tekankan Bahaya Radikalisme Digital SERAMBIJAMBI.ID, JAMBI – Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar menekankan pentingnya kewaspadaan generasi muda terhadap ancaman radikalisme yang kini menyebar melalui media sosial dan internet. Penegasan tersebut disampaikan Kapolda saat menghadiri deklarasi anti kekerasan, anti perundungan (bullying), dan anti radikalisme bersama Gubernur Jambi, Forkopimda, […]

  • Kapolda Jambi Ajak Masyarakat untuk Patuhi Arahan dan Imbauan Pemerintah

    Kapolda Jambi Ajak Masyarakat untuk Patuhi Arahan dan Imbauan Pemerintah

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2020
    • account_circle Serambi Jambi
    • 0Komentar

    Kapolda Jambi Ajak Masyarakat untuk Patuhi Arahan dan Imbauan Pemerintah SERAMBIJAMBI.ID, JAMBI – Penyebaran virus Corona ( Covid 19 ) yang kian merebak khususnya di Provinsi Jambi, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jambi Irjen Pol Drs Firman Shantyabudi, M.Si mengajak masyarakat untuk mengikuti himbauan yang telah dikeluarkan, baik dari Presiden, Kapolri, Panglima TNI, MUI, Gubernur, Bupati/Walikota […]

  • Pasca Bentrok Warga SAD dan Perusahaan di Sarolangun, AKP Nababan Lakukan Pendekatan Persuasif 

    Pasca Bentrok Warga SAD dan Perusahaan di Sarolangun, AKP Nababan Lakukan Pendekatan Persuasif 

    • calendar_month Rabu, 3 Nov 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Pasca Bentrok Warga SAD dan Perusahaan di Sarolangun, AKP Nababan Lakukan Pendekatan Persuasif   SERAMBIJAMBI.ID, SAROLANGUN – Kasus konflik orang rimba atau Suku Anak Dalam (SAD) dengan satpam perusahaan perkebunan di Kabupaten Sarolangun, kepolisian sudah menerima penyerahan 16 puncuk senjata api rakitan (senpi) laras panjang yang disebut kecepek dari kelompok SAD. “Sampai hari ini sudah […]

  • Hadiri Milad Pejuang Subuh, Wagub Abdullah Sani: Semoga Terus Istiqomah

    Hadiri Milad Pejuang Subuh, Wagub Abdullah Sani: Semoga Terus Istiqomah

    • calendar_month Minggu, 16 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Hadiri Milad Pejuang Subuh, Wagub Abdullah Sani: Semoga Terus Istiqomah SERAMBIJAMBI.ID, JAMBI – Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani didampingi Kepala OPD di lingkup Pemerintah Provinsi Jambi menghadiri Milad Pejuang Subuh Provinsi Jambi Ke 5 Tahun serta melaksanakan sholat subuh berjamaah, bertempat di Masjid Baiturrahim, Minggu (16/04/2023). Mewakili Gubernur Jambi, Abdullah Sani menyampaikan terima […]

  • Angkutan Truk Batubara Non BH Mulai Ditertibkan Ditlantas Polda Jambi

    Angkutan Truk Batubara Non BH Mulai Ditertibkan Ditlantas Polda Jambi

    • calendar_month Selasa, 23 Mei 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Angkutan Truk Batubara Non BH Mulai Ditertibkan Ditlantas Polda Jambi SERAMBIJAMBI.ID, JAMBI – Ditlantas Polda Jambi mulai melakukan penertiban angkutan truk Batubara Plat Non BH dimulai pada hari senin (22/5/23). Sebelumnya Ditlantas Polda Jambi telah memberikan waktu untuk angkutan Truk Batubara Non BH me mutasi kan kendaraan nya, namun sebagian Angkutan truk Batubara masih ada yang […]

  • Kuburan Bayi di Kampung Nelayan Dibongkar OTK, Ini Kata Pihak Kepolisian

    Kuburan Bayi di Kampung Nelayan Dibongkar OTK, Ini Kata Pihak Kepolisian

    • calendar_month Selasa, 8 Jan 2019
    • account_circle Serambi Jambi
    • 0Komentar

    SERAMBIJAMBI.ID, TANJAB BARAT – Warga Kelurahan Kampung Nelayan, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjab Barat dihebohkan dengan temuan kuburan (makam, red) bayi yang dibongkar oleh orang tidak dikenal (OTK) di pemakaman umum Al-Ikhlas (Pemakaman khusus warga Kampung Nelayan). Menurut keterangan saksi mata yang mengetahui pelaku sedang melakukan aksinya tersebut pada saat Magrib sekitar pukul 18.00 WIB, […]

expand_less