Di Hadapan 6.000 Pelajar, Kapolda Jambi Tekankan Bahaya Radikalisme Digital
- account_circle Redaksi
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Di Hadapan 6.000 Pelajar, Kapolda Jambi Tekankan Bahaya Radikalisme Digital
SERAMBIJAMBI.ID, JAMBI – Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar menekankan pentingnya kewaspadaan generasi muda terhadap ancaman radikalisme yang kini menyebar melalui media sosial dan internet.
Penegasan tersebut disampaikan Kapolda saat menghadiri deklarasi anti kekerasan, anti perundungan (bullying), dan anti radikalisme bersama Gubernur Jambi, Forkopimda, serta sekitar 6.000 siswa, guru dan kepala sekolah se-Kota Jambi.
Dalam kesempatan itu, Irjen Pol Krisno mengatakan para pelajar merupakan aset bangsa yang harus dijaga dari pengaruh paham menyimpang dan intoleran.
“Saya bersama Pak Gubernur dan Forkopimda lainnya, bersama 6.000 siswa, guru dan kepala sekolah se-Kota Jambi melaksanakan deklarasi anti kekerasan, anti perundungan dan anti radikalisme. Tadi luar biasa anak-anak muda sudah berdeklarasi di depan kita semua,” ujar Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar.
Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar berharap deklarasi tersebut tidak sekadar seremonial, namun benar-benar tertanam dalam kehidupan generasi muda di Jambi.
“Mudah-mudahan apa yang diucapkan ini masuk ke semua pemuda, karena mereka ini adalah aset bangsa,” katanya.
Kapolda juga mengungkapkan bahwa ancaman radikalisme saat ini semakin berkembang dengan memanfaatkan teknologi digital untuk menyasar kalangan anak muda.
“Berdasarkan data Densus 88 terdapat 124 anak yang terpapar. Modus operandi mereka bukan lagi masalah konvensional, tetapi sekarang masuk melalui jalur media sosial atau internet,” tegas Irjen Krisno.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian serius aparat keamanan bersama pemerintah daerah dalam melakukan langkah pencegahan sejak dini.
Karena itu, Densus 88 Antiteror Polri bersama Pemda Jambi, Polda Jambi dan TNI terus memperkuat edukasi kepada masyarakat terkait bahaya radikalisme dan penyebaran ideologi ekstrem di ruang digital.
“Densus bersama-sama dengan Pemda Jambi, Polda Jambi dan TNI bekerja sama menyampaikan bahwa itu berbahaya,” pungkasnya. (Viryzha)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar