Roti ‘Near-Expired’ dan Tanpa Label di Program Makan Bergizi Gratis Kuala Tungkal, BGN Didesak Turun Tangan!

0

SERAMBIJAMBI.ID, TANJAB BARAT – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD 05 Kuala Tungkal menuai sorotan tajam. Ditemukan sejumlah produk pangan, khususnya varian roti, yang masa kedaluwarsanya diduga sangat mepet (near-expired) hingga tanpa label tanggal produksi.

Temuan ini bermula saat pihak penyedia (SPPG) mendistribusikan paket makanan untuk kebutuhan konsumsi siswa untuk periode 23-25 Februari 2026. Alih-alih mendapatkan makanan segar, sejumlah wali murid justru mengeluhkan kondisi fisik makanan yang dinilai berisiko bagi kesehatan anak.

Berdasarkan pantauan di lapangan, ditemukan beberapa fakta fisik kemasan yang mengkhawatirkan:

  • Varian Bolu Labu Kuning: Tertera tanggal kedaluwarsa 24-02-2026. Produk ini dianggap sangat berisiko untuk didistribusikan pada periode 23-25 Februari.
  • Varian Kacang Hijau/Kacang Merah: Tidak ditemukan label tanggal kedaluwarsa sama sekali. Selain itu, fisik tekstur roti terpantau sudah mengeras, diduga produk tersebut stok lama.
  • Varian Roti Keju: Memiliki batas kedaluwarsa tanggal 25-02-2026, yang dinilai terlalu riskan untuk dikonsumsi anak-anak.

“Kami sangat mendukung program pemerintah, tapi kalau yang diberikan produk yang besok sudah kedaluwarsa atau rotinya sudah keras, ini namanya membahayakan anak-anak,” ujar salah satu wali murid SD 05 Kuala Tungkal yang enggan disebutkan namanya, Senin (23/2/26) malam.

BACA JUGA :

Muncul indikasi adanya unsur kelalaian atau kesengajaan dari pihak penyedia (SPPG) dengan menyalurkan produk yang masa berlakunya hampir habis (stock clearance).

Kondisi ini memicu kekhawatiran akan potensi keracunan makanan massal. Mengingat, sistem pencernaan anak-anak sangat rentan terhadap kontaminasi jamur atau bakteri pada produk roti yang sudah tidak segar.

“Jangan jadikan anak kami kelinci percobaan makanan yang mendekati kedaluwarsa. Jangan sampai ada korban dulu baru bertindak. Pihak sekolah dan dinas terkait harus segera mengevaluasi penyedia makanan ini,” tegasnya 

“Ia juga meminta agar Badan Gizi Nasional (BGN turun tangan untuk melakukan audit serta mengevaluasi penyedia ini,” tambah wali murid tersebut

Jika kualitas pangan dalam program strategis nasional ini tidak segera dibenahi, dikhawatirkan akan muncul gejolak sosial dan gelombang komplain masif dari orang tua siswa. Meski item pendukung seperti telur asin dan buah-buahan dalam kondisi baik, namun dominasi produk roti yang tidak segar menjadi titik lemah yang fatal.

Hingga berita ini diturunkan, pihak penyedia (SPPG) belum dapat dikonfirmasi terkait temuan dugaan produk near-expired di SD 05 Kuala Tungkal tersebut. (SJ)

Comments
Loading...