Handphone Pelaku Ada dengan Korban, Polisi Dalami Motif Pembunuhan di Wilayah PT STUD Desa Taman Raja

0

Setelah FH turun dari motor, ia masih dipukuli bagian kepala belakang dan kemudian ME menggeledah badan FH dan menemukan handphone di kantong celana bagian depan sebelah kanan dan mengambil handphone tersebut

Setelah itu ME memukuli adik FH (LH) karena adik FH melihatnya sambil berkata “kenapa kau nengok-nengok“ dan langsung memukulinya sehingga adik FH menangis dan berkata “ampun bang, ampun bang, ampun bang“.

Mendengar adiknya menangis, FH langsung menyiku korban atas nama HA dengan tangan kanan kebagian dada, sehingga FH dapat lepas dan mendekati adiknya kemudian menarik baju ME sambil berkata “bang jangan pukul bang, itu adik saya”, dan tiba-tiba tangan ME mengarah ke pinggang samping kanannya dan mengambil benda tajam dan menusuk ke arah leher FH, namun FH berhasil menangkisnya dengan tangan kiri dan kemudian FH menendang bagian perut ME hingga jatuh terduduk.

Melihat ME membawa benda tajam, kemudian FH berlari ke sepeda motornya dan mengambil pisau yang biasanya digunakan FH untuk bekerja.

BACA JUGA :

Setelah pisau ditangan FH, ME kembali mendekati FH kemudian FH menusuk ME sebanyak 1 kali dibagian perutnya, lalu HA mendekati FH dari belakang dan menerjang FH.

Kemudian FH memutar balik badannya sambil mengayunkan tangan yang memegang pisau ke HA sehingga mengenai bagian rusuk/pinggang sebelah kirinya dan FH kemudian memukul kepala HA dengan gagang pisau yang dipegangnya.

Setelah itu HA berlari kearah dalam STUD memanggil kawan kawannya dengan mengatakan “woi sini bantu, bantu..“ kemudian FH langsung menghidupkan sepeda motor sedangkan ME hanya berdiri diam sambil memegang perutnya.

Saat menghidupkan sepeda motornya, FH memanggil adiknya dengan mengatakan “yok yok cepat naik“ lalu FH membuang pisau yang ada di tangannya kepinggir jalan dekat TKP.

Saat itu FH bersama adiknya LH pergi mengarah ke lubuk bernai dan kemudian FH meninggalkan sepeda motornya di semak-semak pinggir jalan lubuk bernai.

FH dan adiknya masuk kedalam hutan dan sembunyi di hutan, sekitar 25 menit kemudian FH melihat teman-teman korban lewat beramai-ramai lebih dari 10 motor mencari keberadaan FH, namun FH dan adiknya tetap bersembunyi di hutan selama 1 hari satu malam.

“Setelah itu barulah FH dan adiknya pulang kerumah saudara mereka yang tinggal di PT. DAS dan menceritakan kejadian tersebut lalu FH menyerahkan diri kepada Polisi di Polsek Tungkal Ulu dengan bantuan saudaranya tersebut,” beber AKBP Agung

Halaman Selanjutnya: Kronologis Penangkapan…

Comments
Loading...